TENGGARONG,suarabalikpapan.com– Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memperkuat arah pembangunan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat di tingkat paling bawah. Sebagai langkah strategis, Pemkab Kukar akan meluncurkan Program RT-KU Terbaik dengan alokasi anggaran hingga Rp150 juta per rukun tetangga (RT). Program ini ditargetkan mulai berjalan pada akhir tahun 2025 dan menjadi salah satu program unggulan menuju Kukar Idaman Terbaik.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar peningkatan jumlah bantuan, melainkan upaya mengubah paradigma pembangunan agar layanan dasar dapat langsung diakses oleh masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Target kita Desember sudah launching, dan Januari 2026 sudah bisa dijalankan. Program ini disiapkan untuk mendukung pelaksanaan RPJMD Kukar Idaman Terbaik yang akan mulai berjalan tahun depan,” ujarnya, Rabu (1/10/2025)
Menurut Arianto, selama ini program bantuan RT senilai Rp50 juta yang telah berjalan beberapa tahun terakhir memberi dampak positif terhadap kegiatan gotong royong, pembangunan sarana umum, dan pemberdayaan lingkungan. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, Pemkab Kukar merasa perlu memperkuat skema pendanaan dan memperluas cakupan manfaat.
“Fokus utama program RT-KU Terbaik adalah pemberdayaan yang menyentuh langsung layanan dasar. Bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial menjadi prioritas agar warga bisa merasakan hasil pembangunan secara nyata,” jelasnya.
Selain memperbesar dana untuk RT, Pemkab Kukar juga tengah menyiapkan program bantuan sosial langsung senilai Rp1 juta per kepala keluarga (KK) yang masuk kategori rentan dan tidak mampu. Bantuan ini akan mulai disalurkan pada tahun 2026 setelah proses pendataan dan sinkronisasi dengan pelaksanaan program RT-KU.
“Skema ini dirancang agar tepat sasaran. Bantuan tidak diberikan untuk semua warga, tapi khusus bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Jadi, pegawai negeri atau warga berkecukupan tentu tidak termasuk penerima,” tegas Arianto.
Ia menambahkan, keberadaan program RT-KU Terbaik diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan yang lebih partisipatif. Dengan dukungan anggaran yang meningkat, RT akan menjadi simpul utama dalam perencanaan dan pengelolaan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan warganya.
“RT adalah garda terdepan pelayanan publik. Dengan dukungan anggaran Rp150 juta, RT diharapkan tidak hanya fokus membangun infrastruktur kecil, tapi juga mampu mengembangkan kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Saat ini, DPMD Kukar tengah menyiapkan petunjuk teknis (juknis), regulasi pendukung, serta inventarisasi program yang dapat diakomodasi dalam skema RT-KU Terbaik. Arianto menegaskan, program ini akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berinovasi dan berkreasi sesuai potensi wilayah masing-masing.
“Kita ingin masyarakat tidak sekadar menunggu bantuan, tapi ikut berinisiatif. RT diberi ruang untuk menyusun kegiatan yang relevan, mulai dari pemberdayaan UMKM, kebersihan lingkungan, hingga kegiatan sosial berbasis kebutuhan lokal,” katanya.
Lebih lanjut, Arianto berharap implementasi program ini mampu memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan kualitas hidup warga. Dengan sistem yang transparan dan berbasis partisipasi, pembangunan di Kukar diharapkan semakin merata dan berkeadilan.
S“Dengan dukungan Rp150 juta per RT, pembangunan Kukar akan benar-benar lahir dari bawah, dari kebutuhan dan aspirasi masyarakat sendiri. Inilah bentuk nyata pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (adv)
Pemkab Kukar Siapkan Program RT-KU Terbaik, Anggaran Naik Jadi Rp150 Juta per RT












