BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) akan membangun Pasar Induk baru di Jalan Soekarno–Hatta Kilometer 5,5, kawasan Balikpapan Utara. Pembangunan pasar ini menjadi bagian dari strategi penguatan sektor perdagangan, mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta menata distribusi logistik secara lebih efisien.
Menurut Kepala Disdag Kota Balikpapan, Haemusri Umar, keberadaan pasar induk ini akan menjadi penghubung langsung antara produsen dan pedagang. Tujuannya adalah untuk mempersingkat rantai distribusi, yang selama ini menambah beban biaya bagi konsumen maupun pedagang kecil.
“Dengan pasar induk yang terpusat, harga bahan pokok penting (bapokting) akan lebih stabil. Pedagang kecil tidak perlu lagi membeli dari pengepul, tapi bisa langsung ke produsen. Ini sangat membantu pelaku UMKM,” ujarnya, Jumat (9/5/2025).
Haemusri menjelaskan, para pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya tergantung pada pengepul kini memiliki akses langsung ke sumber barang. Hal ini diyakini akan meningkatkan margin keuntungan mereka serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput.
Pasar Induk KM 5,5 Balikpapan Utara ini juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, antara lain sistem digitalisasi transaksi, pelatihan kewirausahaan, serta kios khusus untuk UMKM binaan Pemkot Balikpapan. Tujuannya agar pasar tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi pusat edukasi ekonomi rakyat.
Selain itu, proyek ini menjadi bagian dari penataan kota yang lebih luas. Dengan mengalihkan distribusi logistik ke wilayah pinggiran, beban lalu lintas di pusat kota, khususnya di sekitar Pasar Pandansari yang selama ini menjadi pusat aktivitas perdagangan, diharapkan dapat berkurang.
“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi juga bagian dari penataan urban. Distribusi besar diarahkan ke pinggiran agar pusat kota lebih tertib,” tambah Haemusri.
Pembangunan pasar ini juga diproyeksikan menciptakan banyak lapangan kerja baru, mulai dari sektor konstruksi, bongkar muat barang, logistik, keamanan, hingga pengelolaan kios digital. Hal ini membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar lokasi proyek, khususnya warga Balikpapan Utara.
Dengan desain modern dan fasilitas lengkap, Pasar Induk KM 5,5 diharapkan menjadi ikon baru sektor perdagangan Balikpapan sekaligus memperkuat daya tarik investasi kota ini.(sb-02)
Pemkot Balikpapan Bangun Pasar Induk Modern di KM 5,5 untuk Dukung UMKM dan Kurangi Kemacetan












