Kota Balikpapan

Disdag Balikpapan Pastikan Stok Bahan Pokok Aman hingga Juni 2025, Warga Diminta Tak Panik

67
×

Disdag Balikpapan Pastikan Stok Bahan Pokok Aman hingga Juni 2025, Warga Diminta Tak Panik

Share this article
Kepala Disdag Kota Balikpapan Haemusri Umar

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok tetap aman dan mencukupi hingga Juni 2025. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar, menegaskan bahwa secara umum distribusi bahan pokok berjalan lancar. Namun, dua isu yang menjadi perhatian saat ini adalah kenaikan harga cabai rawit serta terbatasnya pasokan gas LPG 3 kg di pasaran.
“Stok bahan pokok penting masih dalam kondisi aman. Hanya saja, memang ada dinamika terkait gas LPG dan cabai rawit yang sedang ramai diperbincangkan,” ujar Haemusri, Jumat (9/5/2025).
Sebagai kota distribusi utama di Kalimantan Timur, Balikpapan mendapat pasokan rutin berbagai komoditas dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Ini mencakup beras, minyak goreng, gula, telur, dan kebutuhan pokok lainnya.
Posisi geografis yang strategis, ditambah dengan proyek besar seperti RDMP Pertamina, jalan tol, hingga Ibu Kota Nusantara (IKN), menjadikan Balikpapan pusat logistik penting. Hal ini turut mendukung kestabilan distribusi bahan pokok di wilayah tersebut.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), stok beras di Balikpapan aman hingga pertengahan 2025. Distribusi bahan pokok dilakukan melalui dua jalur, yakni distributor resmi dan jalur langsung dari produsen ke pasar tradisional.
“Distribusi langsung dari daerah penghasil maupun jalur nasional oleh distributor, semuanya berperan menjaga kestabilan pasokan. Saat ini, stok beras mencukupi,” tambah Haemusri.
Terkait gas LPG dan cabai rawit, Disdag mengakui adanya lonjakan permintaan pasca-libur panjang dan Hari Raya. Hal ini memicu gangguan sementara dalam distribusi. Namun, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pelaku pasar.
“Kami terus lakukan pemantauan dan koordinasi. Upaya pengawasan harga di pasar dan peningkatan operasi pasar juga menjadi prioritas,” ujarnya.
Untuk menjaga stabilitas harga dan stok, Disdag akan meningkatkan intensitas inspeksi ke distributor, menggelar operasi pasar, dan menyampaikan laporan stok serta harga secara rutin ke pemerintah pusat.
Haemusri menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memastikan ketahanan pangan dan mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying.
“Kebutuhan pokok tersedia dan distribusinya dijamin oleh pemerintah. Jadi, masyarakat sebaiknya tidak panik dan tetap belanja secara normal,” pungkasnya.
Dengan proyeksi kondisi pasar yang kondusif hingga Juni 2025, warga Balikpapan diharapkan dapat menjalankan aktivitas harian tanpa kekhawatiran akan kelangkaan bahan pokok.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *