Uncategorized

Pemprov Kaltim Dorong Kontribusi untuk Ketahanan Pangan

77
×

Pemprov Kaltim Dorong Kontribusi untuk Ketahanan Pangan

Share this article
Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik

SAMARINDA,suarabalikpapan.com-Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik mengungkapkan hasil diskusi dengan penerima hibah, sebagian besar dari lembaga keagamaan, terkait alokasi dana sekitar 25 miliar. Dari anggaran perubahan 2023 sebesar 41 miliar lebih, terdapat potensi untuk mengalokasikan dana lebih besar. Diskusi tersebut menyoroti fokus pada pembangunan kelas dan infrastruktur oleh penerima hibah, terutama lembaga keagamaan yang umumnya membangun masjid dan gereja. Namun, Pemerintah Kaltim mendorong perubahan rencana untuk memasukkan pembangunan infrastruktur ketahanan pangan.

“Kami berharap lembaga-lembaga keagamaan dapat memberikan kontribusi untuk ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan mereka sebagai percontohan bagi masyarakat,”  ungkap Akmal Malik, Selasa (14/11/2023).
Ia menyampaikan keinginan untuk mengurangi ketergantungan pada impor cabai dan sayuran dari Sulawesi dan Jawa. Meskipun beberapa lembaga keagamaan sudah memiliki rencana fisik, sebagian di antaranya antusias merespons himbauan untuk merubah rencana anggaran (RAB) guna mendukung ketahanan pangan. Ia menyatakan bahwa kunci utama adalah perencanaan yang matang. Pemerintah Kaltim berharap ormas-ormas dan penerima bantuan dapat serius menindaklanjuti himbauan ini. Meskipun sudah ada tanggapan positif, Pemerintah optimis bahwa tahun 2024 akan menyaksikan lebih banyak lembaga yang berkontribusi pada ketahanan pangan.
“Sebenernya tida butuh lahan yang luas itu cukup 10×20 meter untuk lahannya, kuncinya adalah kemauan saja, pokoknya kita berharap ada kontribusi untuk ketahanan pangan,” jelasnya.
“Gak ada kendala, kuncinya hanya di perencanaan saja. Ada yang kurang lahannya mesjid, madrasah bebrapa blm ada lahan tapi beberapa masih ada lahan,” pungkasnya.adv/sb-02/diskominfokaltim)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *