KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Pendidikan di Kota Bangun Terus Berkembang, Fasilitas Sekolah Jadi Fokus Utama

60
×

Pendidikan di Kota Bangun Terus Berkembang, Fasilitas Sekolah Jadi Fokus Utama

Share this article
Plt Camat Kota Bangun Abdul Karim

TENGGARONG, suarabalikpapan.com – Pendidikan di Kecamatan Kota Bangun mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Plt Camat Kota Bangun, Abdul Karim, lembaga pendidikan mulai dari PAUD hingga SLTA kini telah tersedia di hampir seluruh wilayah kecamatan ini.
“Setiap wilayah sudah memiliki lembaga pendidikan, meski perguruan tinggi sempat ada namun kini tidak lagi beroperasi di sini,” ujar Abdul Karim.
Saat ini, Kota Bangun memiliki sekitar 40 lembaga PAUD, dengan satu di antaranya berstatus negeri, yaitu TK Negeri 1. Sementara itu, sebagian besar lembaga PAUD lainnya masih berstatus swasta. Di tingkat SLTA, terdapat 41 sekolah, yang terdiri dari 38 sekolah negeri dan 3 sekolah swasta. Untuk tingkat SMP, terdapat 9 sekolah negeri dan 1 MTs swasta. Selain itu, ada juga 3 SMA negeri, 1 SMK negeri, dan 1 Madrasah Aliyah negeri.
Dari segi fasilitas, meski beberapa sekolah di Kota Bangun telah dalam kondisi baik, masih ada sejumlah sekolah yang memerlukan perbaikan. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah rehabilitasi total TK Negeri 1 yang belum pernah diperbaiki sejak berstatus negeri beberapa tahun lalu. Selain itu, beberapa sekolah tingkat SMP dan MTs juga akan mendapatkan tambahan 6 ruang kelas baru guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Selain infrastruktur, masalah kekurangan tenaga pendidik juga menjadi sorotan. Setiap tahunnya, sejumlah guru memasuki masa pensiun, sehingga menyebabkan kekurangan pengajar di beberapa sekolah. Contohnya, pada tahun 2022, lebih dari 20 guru pensiun, dan diperkirakan puncaknya akan terjadi pada tahun 2028. Hal ini disebabkan banyaknya guru yang pensiun dalam satu angkatan.
Namun, pemerintah telah merespons dengan mengangkat Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), yang secara perlahan mulai memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di Kota Bangun.
Seiring dengan berkembangnya lembaga pendidikan di berbagai wilayah, diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang terhalang untuk melanjutkan sekolah karena keterbatasan akses. Meski begitu, tantangan lainnya tetap ada, seperti faktor ekonomi dan mobilitas orang tua yang memengaruhi keputusan pendidikan anak-anak.
Jika dibandingkan dengan kondisi pada tahun 1997, perkembangan pendidikan di Kota Bangun kini sangat pesat. Dulu, anak-anak di Desa Luling harus menempuh jarak 16 km ke Kota Bangun untuk melanjutkan ke SMP atau SMA. Kini, Desa Luling sudah memiliki sekolah tingkat menengah, yang tentunya memperlancar akses pendidikan bagi anak-anak di sana.
Ke depan, diharapkan lembaga pendidikan di Kota Bangun akan terus berkembang. Peningkatan kualitas tenaga pendidik dan fasilitas pendidikan juga menjadi fokus utama agar siswa-siswa di Kota Bangun dapat menjadi lulusan yang berdaya saing tinggi. Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga anak-anak di Kota Bangun bisa mendapatkan kesempatan belajar yang lebih baik.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *