Kota Samarinda

Penutupan Festival Kampung Ketupat Samarinda 2025 Disambut Meriah Masyarakat

67
×

Penutupan Festival Kampung Ketupat Samarinda 2025 Disambut Meriah Masyarakat

Share this article
Festival Budaya Kampung Ketupat Samarinda Seberang 2025 resmi ditutup Wali Kota Andi Harun dengan penuh kemeriahan meski hujan mengguyur.

SAMARINDA, suarabalikpapan.com – Meskipun hujan deras mengguyur kawasan Samarinda Seberang, penutupan Festival Budaya Kampung Ketupat Samarinda Seberang 2025 tetap berlangsung meriah dan dipenuhi antusiasme warga, Minggu (18/5/2025).
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, secara resmi menutup rangkaian festival budaya yang digelar selama tiga hari tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Samarinda untuk terus melestarikan dan mengembangkan warisan budaya lokal.
“Ini adalah kearifan lokal yang diwariskan dari para pemimpin terdahulu. Kita tidak punya pilihan selain menjaganya, merawatnya, dan mengembangkannya,” tegas Andi Harun.
Ia juga mengingatkan bahwa Kampung Ketupat pertama kali dibangun pada 11 Agustus 2011 sebagai bagian dari visi pelestarian budaya yang kini menjadi ikon penting di wilayah Samarinda Seberang.
Pengembangan Infrastruktur Wisata Kampung Ketupat
Sebagai bentuk keseriusan Pemkot dalam mendukung sektor pariwisata, Wali Kota mengumumkan bahwa dalam waktu dekat akan diturunkan tim khusus perancang infrastruktur untuk melakukan kajian pengembangan jangka panjang kawasan Kampung Ketupat.
“Minggu ini tim akan mulai turun ke lapangan untuk melihat seperti apa pengembangan ke depan, termasuk dari sisi infrastruktur,” tambahnya.
Lebih jauh, ia juga membuka kemungkinan untuk menggabungkan Festival Kampung Ketupat dengan agenda besar lain seperti Festival Mahakam atau Hari Jadi Kota Samarinda demi memperkuat branding pariwisata kota.
“InsyaAllah, mulai tahun depan, pengembangan Kampung Ketupat akan dilakukan lebih serius dan sistematis sesuai rencana yang sudah kami susun,” pungkasnya.
Dukungan Mobilitas Wisata dan Pemberdayaan Masyarakat
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) menyerahkan dua unit mobil wisata kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Mobil tersebut akan digunakan untuk mendukung mobilitas wisatawan yang ingin mengunjungi destinasi budaya di kawasan tersebut.
“Dua unit mobil ini akan digunakan untuk membawa pengunjung ke Kampung Ketupat, Kampung Tenun, dan Masjid Siratul Mustakim dalam satu paket wisata budaya,” ujar Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin.
Ragam Kegiatan Budaya dan UMKM Ramaikan Festival
Festival Budaya Kampung Ketupat 2025 menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, antara lain: Lomba menganyam ketupat, Lomba memasak tradisional, Bazar UMKM,
Tarian tradisional daerah, Lomba fotografi, Sayembara desain logo, Panggung musik rakyat.
Panitia juga menyediakan fasilitas ramah pengunjung dan makanan gratis sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif warga dalam memeriahkan festival ini.
Festival Budaya Kampung Ketupat tak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga penggerak ekonomi lokal dan daya tarik wisata yang potensial. Komitmen Pemkot Samarinda dalam pengembangan kawasan ini menunjukkan langkah strategis dalam membangun sektor budaya sebagai kekuatan utama kota.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *