Kota Balikpapan

PKS Calonkan Sayid Fadly Sebagai Wawali Dampingi Rahmad Mas’ud

353
×

PKS Calonkan Sayid Fadly Sebagai Wawali Dampingi Rahmad Mas’ud

Share this article
Ketua DPD PKS Kota Balikpapan Sonhaji dan jajaran saat menggelar jumpa pers mengusung Sayid MN Fadly sebagai calon Wakil Wali Kota Balikpapan

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Penetapan Calon Wakil Wali Kota Balikpapan pengganti almarhum Thohari Aziz untuk mendampingi Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud semakin ramai saja. Setelah Budiono (PDI Perjuangan), Sabaruddin Panrecalle (Gerindra) serta Denny Mappa (Demokrat). Kali ini muncul nama mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Balikpapan Sayid MN Fadli yang diusung PKS. Hal ini disampaikan Ketua DPD PKS Kota Balikpapan Sonhaji, saat menggelar konferensi pers, di Gedung Parlemen Balikpapan, Senin (27/6/2022).

“Hasil rapat DPD PKS Kota Balikpapan kami putuskan mantan Sekda Kota Balikpapan Sayid MN Fadly sebagai calon Wawali menggantikan almarhum Thohari Aziz,” ujar Sonhaji didampingi Wakil Ketua DPRD Balikpapan Subari dan jajaran PKS Balikpapan.

Menurut Sonhaji, Surat Keputusan (SK) DPD PKS tersebut akan disampaikan kepada Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh dan selanjutnya disampaikan kepada Wali Kota Rahmad Mas’ud.

Sekadar diketahui Sayid Fadly sudah pernah berpasangan dengan Rahmad Mas’ud saat Wali Kota Rizal Effendi mendampingi Sofyan Hasdam pada Pilgub Kaltim 2018. Rahmad Mas’ud sebagai Wawali waktu itu akhirnya naik pangkat menjadi pelaksana tugas (plt) wali kota. Otomatis Sekda Sayid MN Fadly pun harus kerja keras, memberikan dukungan terhadap kinerja Rahmad.

Pasalnya, Fadli selaku bos aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Balikpapan dianggap paling mengetahui kondisi keuangan atau permasalahan pembangunan yang sedang dihadapi pemkot.

Sejumlah kalangan menilai, Rahmad Mas’ud dan Sayid MN Fadli merupakan pasangan serasi untuk memimpin pemerintahan. Fadli cukup berpengalaman di birokrasi. Sedangkan Rahmad cukup berpengalaman sebagai pengusaha, sehingga dianggap mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). “Pak Rahmad punya pengalaman sebagai pengusaha dan Pak Fadli berpengalaman sebagai birokrat,” kata pemerhati kota, Hendro Umbas.

Menurut Hendro, Rahmad-Fadly tidak akan menemui kendala berarti, selama ditinggal empat bulan oleh Rizal Effendi. “Saya kira nggak masalah ditinggal Pak Rizal, karena sistem pemerintahan di Balikpapan sudah terbentuk sejak kepemimpinan Pak Tjutjup dan Pak Imdaad. Jadi, SOP (standar operasional sistem) pelayanan dan pembangunan sudah jelas. Kecuali sistemnya diubah oleh Pak Rahmad dan Pak Fadli,” terang Hendro.

Selaku warga Balikpapan, dia menilai kolaborasi Rahmad-Fadli sangat baik. Tinggal bagaimana keduanya mampu membangun komunikasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam melaksanakan roda pemerintahan. “Kedua-duanya bagus kok. Apalagi, Pak Fadli sudah banyak menyerap ilmu dari Pak Tjutjup, Pak Imdaad, hingga Pak Rizal. Jadi, tak perlu khawatir. Saya kira Pak Rahmad dan Pak Fadli mampu menjalankan roda pemerintahan,” tuturnya.(sb-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *