DPRD Balikpapan

PPDB Balikpapan 2025: Hanya 6.000 Kursi SMP Negeri, 9.000 Siswa Terancam Tak Tertampung

40
×

PPDB Balikpapan 2025: Hanya 6.000 Kursi SMP Negeri, 9.000 Siswa Terancam Tak Tertampung

Share this article
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Aminuddin

BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com – Polemik Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Balikpapan kembali menjadi sorotan tajam. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Aminuddin, menyoroti ketimpangan antara jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) dan kapasitas bangku di Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri yang terjadi setiap tahun.
Pada tahun 2025 ini, tercatat sekitar 16.000 siswa SD lulus, namun hanya sekitar 6.000 kursi yang tersedia di SMP negeri. Artinya, 9.000 siswa terpaksa mencari sekolah alternatif, yang mayoritas adalah sekolah swasta.
“Ini menjadi persoalan serius. Setiap tahun kita hadapi masalah yang sama. Kapasitas sekolah negeri tidak sebanding dengan jumlah lulusan SD,” ujar Aminuddin, Rabu (30/4/2025).
Sebagai solusi jangka pendek, Aminuddin menyarankan agar kualitas pendidikan di sekolah swasta ditingkatkan dan disetarakan dengan sekolah negeri. Tujuannya agar para siswa yang tidak tertampung tetap bisa mendapatkan pendidikan yang bermutu.
“Kalau kualitasnya setara, orang tua tidak lagi ragu menyekolahkan anaknya di swasta. Ini penting agar tidak ada anak yang tertinggal karena terbatasnya daya tampung sekolah negeri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Aminuddin mendorong Pemerintah Kota Balikpapan untuk secara konsisten membangun unit sekolah baru setiap tahun sebagai solusi jangka panjang. Menurut perhitungannya, jika satu sekolah mampu menampung 720 siswa, maka dalam lima tahun kekurangan ini bisa diatasi secara bertahap.
Namun, ia juga mengakui adanya keterbatasan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan.
Aminuddin berharap adanya dukungan dana dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Optimisme ini diperkuat oleh fakta bahwa banyak putra daerah Balikpapan kini menduduki posisi strategis di DPRD provinsi.
“Dengan posisi strategis mereka, komunikasi akan lebih mudah. Ini momentum untuk memperjuangkan pembangunan pendidikan di Balikpapan,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Aminuddin menyampaikan harapan bahwa dalam lima tahun mendatang, persoalan kekurangan daya tampung siswa di Balikpapan dapat diselesaikan secara bertahap.
“Dengan kerja keras dan dukungan penuh dari pemerintah provinsi, saya yakin kita bisa atasi persoalan PPDB ini,” pungkasnya.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *