BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – Komisi III DPRD Kota Balikpapan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta perwakilan nelayan Balikpapan Timur untuk membahas kerusakan sejumlah bagang atau alat tangkap ikan milik nelayan yang diduga tertabrak kapal yang melintas di perairan Balikpapan.
Rapat tersebut berlangsung di ruang gabungan rapat fraksi DPRD Balikpapan, Senin (9/3/2026).
Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Raja Siraj, mengatakan pertemuan ini digelar sebagai tindak lanjut atas keluhan nelayan yang melaporkan adanya bagang mereka yang rusak akibat aktivitas kapal yang keluar masuk di jalur pelayaran.
Menurut Siraj, pihak DPRD berupaya memfasilitasi pertemuan antara nelayan dan KSOP agar persoalan tersebut dapat dibahas secara langsung.
“Keluhan ini datang dari para nelayan terkait bagang yang diduga ditabrak kapal saat melintas di perairan Balikpapan. Karena itu kami memfasilitasi pertemuan antara nelayan dengan KSOP,” ujarnya kepada awak media usai rapat.
Namun, Siraj menyayangkan tidak hadirnya pihak navigasi dari KSOP dalam rapat tersebut. Padahal, menurutnya, pihak navigasi memiliki peran penting dalam menjelaskan jalur pelayaran kapal yang melintas di wilayah tersebut.
“Yang sangat disayangkan adalah pihak navigasi tidak hadir dalam rapat ini. Padahal mereka yang lebih mengetahui alur pelayaran kapal sehingga bisa membantu menjelaskan kejadian yang dilaporkan nelayan,” katanya.
Berdasarkan laporan nelayan, setidaknya terdapat tiga bagang yang mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
Siraj juga menyebut para nelayan sebelumnya telah mendatangi kantor KSOP untuk melaporkan kejadian tersebut. Namun, mereka mengaku tidak mendapat tanggapan dari pihak navigasi.
“Nelayan sempat datang ke KSOP, tetapi tidak ditanggapi oleh pihak navigasi. Karena itu DPRD mencoba memfasilitasi pertemuan ini agar ada solusi,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan nelayan Balikpapan Timur, Yusuf, membenarkan adanya tiga bagang milik nelayan yang rusak parah setelah diduga dihantam kapal yang melintas di perairan tersebut.
Menurutnya, kerugian yang dialami nelayan cukup besar karena biaya pembuatan satu unit bagang bisa mencapai hampir Rp100 juta.
“Saat kami turun ke laut, ada tiga bagang yang rusak parah. Biaya membuat satu bagang hampir Rp100 juta,” ujarnya.
Ia berharap DPRD dapat menghadirkan pihak navigasi dari KSOP dalam pertemuan berikutnya untuk memastikan kapal mana yang diduga menjadi penyebab kerusakan bagang tersebut.
“Kami berharap pihak navigasi bisa hadir agar ada kejelasan kapal mana yang menabrak bagang nelayan,” katanya.(sb-03)
RDP DPRD Balikpapan dengan KSOP Bahas Kerusakan Bagang Nelayan Diduga Ditabrak Kapal












