
BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menargetkan proyek revitalisasi blok Pasar Klandasan selesai pada Desember 2025. Hingga pertengahan Oktober 2025, progres pembangunan telah mencapai sekitar 70 persen.
Menurut Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar, pengerjaan saat ini difokuskan pada penyelesaian Blok D, Blok Kuliner, dan Blok Kelontong, yang menjadi pusat aktivitas utama perdagangan kebutuhan pokok masyarakat.
Masuk Tahap Finishing
Haemusri menjelaskan bahwa proyek revitalisasi Pasar Klandasan kini berada pada tahap akhir atau finishing. Berbagai pekerjaan teknis, seperti pemasangan instalasi listrik, pembangunan sistem drainase, serta penataan kios pedagang, terus dikebut.
“Dari laporan yang kami terima, progres revitalisasi Pasar Klandasan sudah mencapai 70 persen. Semoga target penyelesaian pada Desember 2025 dapat terpenuhi,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Selain itu, area parkir dan ruang terbuka juga sedang ditata agar bisa digunakan bersamaan ketika pasar mulai beroperasi kembali.
Haemusri menekankan pentingnya detail pekerjaan yang mencakup aspek keamanan, kebersihan, dan kenyamanan pengunjung. Pasar Klandasan nantinya akan dilengkapi pengelolaan sampah modern, jalur evakuasi, serta sistem pemadam kebakaran.
“Setiap komponen harus diperhatikan untuk menciptakan pasar yang aman dan nyaman,” katanya.
Pemkot Balikpapan juga menyiapkan sistem pengelolaan pasar berbasis digital. Melalui platform daring, pedagang dapat memperluas jangkauan penjualan sekaligus mendorong peningkatan omzet.
“Pasar Klandasan tidak hanya direvitalisasi secara fisik, tetapi juga ditingkatkan dari sisi sistem. Kami menyiapkan pelatihan bagi pedagang agar terbiasa menggunakan pembayaran non-tunai dan melakukan promosi online,” jelas Haemusri.
Revitalisasi Pasar Klandasan merupakan salah satu program prioritas Pemkot Balikpapan dalam menata pasar tradisional menjadi lebih tertib, modern, dan berdaya saing tinggi. Pembangunan dilakukan oleh PT Rakid Putra Sugihasan dengan nilai kontrak Rp9,5 miliar, di bawah pengawasan CV Darma Anugerah Konsultan. Disdag Balikpapan menjadi koordinator utama pelaksanaannya.
Haemusri meminta seluruh pihak, mulai dari kontraktor hingga konsultan pengawas, memastikan pekerjaan berjalan tanpa hambatan dan tanpa mengurangi kualitas.
“Keterlambatan akan berdampak pada sisa anggaran di akhir tahun. Karena itu semua pihak harus bekerja maksimal, termasuk lembur jika diperlukan, dengan tetap menjaga mutu dan keselamatan,” tegasnya.
Pemkot Balikpapan menargetkan seluruh pasar tradisional, termasuk Pasar Pandansari, Pasar Baru, dan Pasar Sepinggan, dapat beroperasi penuh pada awal 2026. Pasar Klandasan diharapkan menjadi model revitalisasi pasar tradisional modern di Balikpapan.
Dengan wajah baru dan sistem pengelolaan yang lebih modern, Pasar Klandasan diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kota.(sb-02)
Revitalisasi Pasar Klandasan Ditarget Rampung Akhir 2025












