DPRD Kaltim

Revitalisasi Waterboom Pulau Kumala Tenggarong Senilai Rp400 Miliar Dorong Kebangkitan Wisata Kaltim

22
×

Revitalisasi Waterboom Pulau Kumala Tenggarong Senilai Rp400 Miliar Dorong Kebangkitan Wisata Kaltim

Share this article
Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim Salehuddin

SAMARINDA,suarabalikpapan.com – Rencana penyelesaian pembangunan wahana Waterboom di Pulau Kumala, Tenggarong, yang dijadwalkan selesai pada Desember 2025, mendapat sambutan positif dari DPRD Kalimantan Timur (Kaltim). Proyek dengan nilai investasi Rp400 miliar ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan destinasi wisata ikonik yang sebelumnya sempat mati suri.
Salehuddin, Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, menyatakan bahwa revitalisasi Pulau Kumala merupakan langkah strategis penting untuk mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus penggerak ekonomi daerah.
“Saya menyayangkan prosesnya agak terlambat, tetapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Wahana lama harus segera direnovasi agar Pulau Kumala kembali hidup dan menarik wisatawan,” ujarnya.
Menurut Salehuddin, Pulau Kumala selama ini belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh sebab itu, ia berharap proyek ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar dan pemerintah daerah.
“Investasi Rp400 miliar harus diimbangi dengan manfaat ekonomi yang signifikan, terutama peningkatan PAD,” tambahnya.
Salehuddin juga menyoroti pentingnya pelajaran dari pengalaman masa lalu, termasuk kegagalan kerja sama dengan investor besar seperti Jatim Park. Ia menekankan agar pengelolaan wahana wisata dilakukan secara berkelanjutan dengan pemberdayaan ekonomi lokal dan tata kelola kawasan yang terencana baik.
“Jangan sampai aset sebesar ini dibiarkan tidak termanfaatkan optimal. Sayang sekali jika potensi besar ini terbuang sia-sia,” tegasnya.
Tak hanya soal pengelolaan, Salehuddin mengingatkan perlunya peningkatan pengamanan di kawasan wisata. Kondisi saat ini, seperti lampu jembatan yang belum berfungsi dan minimnya penjagaan pada malam hari, dianggap sebagai tantangan serius yang harus segera diperbaiki.
“Misalnya, di Jakarta taman umum buka 24 jam dengan sistem pengamanan yang baik. Di Kukar, kawasan sudah sepi setelah jam 10 malam. Hal seperti ini harus menjadi perhatian serius,” tutup Salehuddin.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *