Provinsi Kaltim

Samarinda Miliki Gedung Perpustakaan Representatif

72
×

Samarinda Miliki Gedung Perpustakaan Representatif

Share this article
Gedung Perpustakaan Samarinda yang mendapat bantuan dana Rp10 miliar pembangunannya dari pemerintah pusat

SAMARINDA,suarabalikpapan.com-Kota Samarinda telah memiliki gedung perpustakaan yang representatif. Gedung tersebut telah diresmikan Kepala Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas), Muhammad Syarif Bando dan Wali Kota Samarinda Andi Harun, belum lama ini.

Gedung perpustakaan ini dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik bidang pendidikan subbidang perpustakaan tahun 2021 senilai Rp10 miliar. Saat peresmian, Kepala Perpusnas mengatakan pemerintah pusat memiliki tugas untuk memfasilitasi infrastruktur dalam mengimplementasikan dan mempercepat terwujudnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya dengan pembangunan perpustakaan di Kota Samarinda.
“Kota Samarinda telah disiapkan pemerintah pusat dengan ibu kota negara (IKN) yang sebentar lagi akan beroperasi. Artinya, Samarinda harus mempersiapkan diri sebagai pintu gerbangnya Indonesia, menjelaskan kepada dunia tentang kebesaran dan kekayaan Indonesia,” katanya.
Menurutnya, hal ini menjadi suatu kesempatan yang luar biasa bagi Samarinda untuk menjadi bagian dari percaturan global.
“Tentu saja kesadaran masyarakat harus dibangun agar siap menjadi tuan rumah di negeri yang sangat kaya ini,”ujarnya.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, saat ini, perpustakaan bukan hanya menjadi tempat koleksi buku tetapi menjadi sarana berbagi informasi, tempat berkomunikasi serta wadah interaksi masyarakat dan pegiat literasi.
“Perpustakaan begitu penting dalam rangka tata kelola pembangunan dan pemerintahan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga daya saing kita sebagai bangsa Indonesia makin kompetitif dan mampu ikut dalam persaingan global,”akunya.
Lebih lanjut, Andi Harun mengatakan, literasi yang kuat mampu mendorong manusia pada kegiatan produktif yang memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan kesejahteraan.   Oleh karena itu, program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial melalui pengembangan perpustakaan yang mengutamakan program pemberdayaan masyarakat, sangat tepat dijalankan di Samarinda. Sebagai informasi, program pemberdayaan masyarakat berbasis perpustakaan ini dijalankan Perpusnas sejak 2018. “Saya optimis, apabila semua pihak dapat mendukung semua program yang dilaksanakan, maka transformasi perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan kegiatan masyarakat, akan menjadi poin yang penting dalam mendukung mewujudkan Samarinda sebagai Kota Pusat Peradaban,”harapnya.(sb-02/adv/dpk-kaltim)    

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *