KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Sinergi Kecamatan Kembang Janggut dan Puskesos: Strategi Efektif Atasi Kemiskinan Terpadu

28
×

Sinergi Kecamatan Kembang Janggut dan Puskesos: Strategi Efektif Atasi Kemiskinan Terpadu

Share this article
Plt Camat Kembang Janggut Suhartono

TENGGARONG,suarabalikpapan.com – Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut terus memperkuat strategi penanggulangan kemiskinan melalui kolaborasi aktif bersama Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Kolaborasi ini diperluas dengan menggandeng berbagai perusahaan sekitar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) agar bantuan sosial lebih tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Plt Camat Kembang Janggut, Suhartono, menegaskan bahwa akurasi data menjadi elemen krusial dalam pelaksanaan program bantuan sosial. Pemerintah kecamatan secara berkala melakukan pembaruan dan validasi data penerima manfaat agar selaras dengan kondisi riil di lapangan.
“Kami selalu menyiapkan data penerima bantuan dengan sebaik mungkin. Ketika ada program CSR atau bantuan bagi keluarga prasejahtera, data inilah yang menjadi acuan utama agar bantuan tidak salah sasaran,” ujar Suhartono pada Rabu (14/5/2025).
Menurut Suhartono, perubahan jumlah warga miskin menjadi tantangan yang terus bergerak dinamis. Namun, dengan dukungan basis data yang dimiliki oleh PKH, pihak kecamatan bisa melakukan pemutakhiran secara berkala guna menjaga keakuratan informasi penerima bantuan.
Salah satu bentuk bantuan rutin yang masih berjalan saat ini adalah bantuan beras bulanan bagi keluarga prasejahtera. Sementara itu, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari dana desa masih tertunda, menunggu arahan lanjutan dari pemerintah terkait kebijakan tahun 2025.
Meski bantuan sembako atau tunai tetap penting, Suhartono mengingatkan bahwa pendekatan pemberdayaan harus menjadi fokus ke depan. Ia menyarankan agar bantuan sosial lebih diarahkan pada pemberian sarana usaha, seperti peralatan perkebunan atau pertanian, yang dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha mandiri.
“Bantuan alat kerja atau pelatihan keterampilan menjadi langkah konkret yang lebih berdampak jangka panjang. Harapannya, warga bisa memiliki penghasilan sendiri dan tidak bergantung terus-menerus pada bantuan,” jelas Suhartono.
Ia juga mengajak pihak swasta untuk ikut mendukung langkah pemberdayaan ini sebagai bagian dari kontribusi berkelanjutan terhadap pembangunan sosial di Kecamatan Kembang Janggut.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *