DPRD Balikpapan

Siswanto Serap Aspirasi Pedagang Pasar Klandasan, Usulan Soal Penataan Pertokoan hingga Minimnya Penerangan

188
×

Siswanto Serap Aspirasi Pedagang Pasar Klandasan, Usulan Soal Penataan Pertokoan hingga Minimnya Penerangan

Share this article
Anggota DPRD Balikpapan, Siswanto, menyerap aspirasi pedagang Pasar Klandasan soal retribusi, parkir, dan penerangan dalam kegiatan reses masa sidang 2025/2026.

BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com — Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Fraksi Gerindra, Siswanto, melaksanakan kegiatan reses masa sidang I tahun 2025/2026 di RT 1 Kelurahan Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Kota, pada Rabu (22/10/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, pihak kelurahan, tokoh masyarakat, serta para pedagang Pasar Kelandasan.
Dalam kesempatan itu, Siswanto menjelaskan bahwa reses merupakan amanat konstitusi yang wajib dijalankan oleh setiap anggota dewan untuk mendengarkan langsung aspirasi dan keluhan masyarakat.
“Reses ini adalah kesempatan kami menyerap usulan masyarakat secara langsung. Semua aspirasi akan kami tampung dan masukkan ke dalam RKPD Kota Balikpapan secara proporsional,” ujar Siswanto.
Ia menegaskan bahwa setiap masukan dari warga akan dikaji berdasarkan tingkat urgensinya.
“Kalau bisa ditindaklanjuti langsung, akan kami lakukan secepatnya. Namun jika perlu masuk ke RKPD, tentu melalui proses perencanaan daerah,” tambahnya.
Dalam sesi dialog, sejumlah pedagang mengungkapkan berbagai persoalan yang masih dihadapi sejak kebakaran Pasar Klandasan 13 tahun silam.
Salah satu pedagang, Edi, mengeluhkan menurunnya aktivitas jual beli sementara pungutan retribusi justru meningkat.
“Pasar makin sepi, tapi pungutan tetap jalan dan malah naik. Kami berharap ada perhatian pemerintah,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan oleh Eki, pedagang lainnya, yang menyoroti penataan pertokoan yang semrawut, pohon yang berpotensi tumbang, serta minimnya penerangan di area pasar.
Para pedagang juga menyoroti keterbatasan lahan parkir yang menyebabkan pengunjung enggan berlama-lama berbelanja. Mereka berharap pemerintah segera melakukan penataan agar suasana pasar menjadi lebih nyaman dan aman.
Menanggapi aspirasi tersebut, Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Balikpapan menjelaskan bahwa pemerintah tengah melakukan penyesuaian sistem retribusi agar lebih adil bagi pedagang.
“Dulu retribusi ditarik per petak, sekarang sedang diatur ulang untuk pedagang kaki lima agar lebih proporsional,” jelasnya.
Sementara itu, untuk persoalan parkir dan penerangan, pemerintah akan menggandeng instansi terkait guna merumuskan solusi lintas sektor agar penataan kawasan pasar menjadi lebih baik dan aman bagi pedagang maupun pengunjung.
Di akhir kegiatan, Siswanto mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dan pedagang yang hadir dalam forum reses tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi semangat warga yang terus menyuarakan aspirasinya. Ini tanda kepedulian terhadap kemajuan lingkungan,” katanya.
Ia menegaskan komitmennya untuk membawa hasil reses ini ke DPRD Kota Balikpapan guna dibahas bersama instansi terkait agar dapat ditindaklanjuti secara konkret.
“Kami pastikan aspirasi ini tidak berhenti di forum, tapi masuk dalam pembahasan dan realisasi kebijakan daerah,” tegas Siswanto.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *