DPRD Kaltim

Sutomo Jabir Siap Kawal Pembangunan Jembatan Sei Nibung

188
×

Sutomo Jabir Siap Kawal Pembangunan Jembatan Sei Nibung

Share this article
Anggota DPRD Provinsi Kaltim Sutomo Jabir

SAMARINDA,suarabalikpapan.com-Sebuah proyek yang ditunggu-tunggu masyarakat Kutai Timur dan sempat mangkrak pada zaman kepemimpinan Awang Faroek Ishak diperkirakan rampung di tahun 2024. Hal itu disampaikan langsung oleh Aji Muhammad Fitra Firnanda, Kepala Dinas PUPR Pera Kaltim. Proyek yang dimaksud adalah Jembatan Sei Nibung, penghubung Desa Kadungan Jaya di Kecamatan Kaubun dan Desa Pelawan di Kecamatan Sangkulirang. Proyek ini bukan hanya sekadar jembatan, tetapi juga harapan bagi ribuan warga di wilayah tersebut.

“Targetnya, selesai dan rampung pada tahun 2024,” bebernya.
Mengapa Jembatan Sei Nibung masuk dalam proyek yang ditunggu-tunggu, karena proyek ini akan membawa kemudahan transportasi yang telah diharapkan masyarakat. Selama ini, pengendara yang ingin mencapai Kaubun atau Sangkulirang harus menghadapi perjalanan jauh dan memakan waktu yang cukup lama, bahkan seringkali melibatkan rute berliku. Namun, dengan Jembatan Sei Nibung dengan panjang 150 meter ini, jarak tersebut akan diperpendek dan waktu perjalanan dipangkas hingga 3 jam.
“Ini adalah komitmen kuat pemerintah pada masyarakat,” tegasnya.
Menanggapi pembangunan kembali proyek mangkrak di daerah pemilihannya, Anggota DPRD Provinsi Kaltim Ir. Sutomo Jabir pun berkomitmen mengawal sejumlah program prioritas di Kutai Timur, Berau dan Bontang.
“Tentu akan kita kawal pembangunannya,” katanya.
Politikus PKB ini, merasa bahwa melanjutkan pembangunan Jembatan Sei Nibung di Kutim adalah sebuah keharusan. Mengingat, daerah ini menjadi lintasan penting bagi masyarakat luas.
“Tahun ini Jembatan Sei Nibung sudah mulai dibangun lagi, untuk memudahkan akses ke Kalisayan dan lainnya,” ujarnya.  
Diperkirakan, anggaran yang digelontorkan Pemerintah Provinsi Kaltim tahun ini sekitar Rp58,7 miliar. Sementara pada 2024, Dinas PUPR Pera Provinsi Kaltim akan melanjutkan kembali dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp104 miliar.
“Tahun depan penanganannya sebesar Rp104 miliar. Mudah-mudahan dengan anggaran itu membuat jembatan ini bisa berfungsi dengan baik, supaya akses ke Berau lebih mudah,” harapnya.(adv/sb-01)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *