DPRD Balikpapan

Syarifuddin Oddang Dukung Pembangunan DAS Ampal untuk Atasi Banjir di Balikpapan

35
×

Syarifuddin Oddang Dukung Pembangunan DAS Ampal untuk Atasi Banjir di Balikpapan

Share this article
Anggota DPRD Balikpapan Syarifuddin Oddang

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang, mendorong percepatan pembangunan daerah aliran sungai (DAS) Ampal sebagai langkah strategis untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di Kota Balikpapan.
Pernyataan tersebut disampaikan Oddang kepada awak media usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) di Gedung DPRD Balikpapan, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, banjir yang sering melanda kota tersebut tidak hanya dipicu oleh curah hujan tinggi, tetapi juga dipengaruhi oleh pesatnya pembangunan perumahan yang tidak dilengkapi perizinan yang memadai.
Oddang menilai, pembukaan lahan yang masif tanpa perencanaan yang baik telah menghilangkan area resapan air yang sebelumnya berfungsi sebagai penahan banjir. Kondisi tersebut membuat aliran air saat hujan deras tidak dapat tertampung dengan baik.
“Berkembangnya pembangunan perumahan tanpa kelengkapan perizinan menjadi salah satu penyumbang banjir di Balikpapan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa persoalan banjir setiap tahun terus menguras anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Balikpapan hingga miliaran rupiah.
Selain menjabat sebagai anggota DPRD, Oddang juga merupakan Ketua DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Balikpapan. Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan untuk bersikap tegas terhadap para pengembang.
Menurutnya, pengembang tidak boleh melakukan pengupasan lahan sebelum proses pembangunan benar-benar dimulai dan izin lengkap telah diperoleh.
Ia juga menyoroti masih banyaknya proyek perumahan yang tidak menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum dan fasos), yang seharusnya menjadi bagian dari perencanaan pembangunan kawasan.
Oddang juga menilai kondisi drainase di sejumlah ruas jalan mengalami penyempitan. Akibatnya, saat hujan turun dengan intensitas tinggi, debit air tidak sebanding dengan kapasitas saluran yang tersedia.
“Perbaikan drainase seharusnya tidak hanya berorientasi pada mempercantik kota, tetapi bagaimana air tidak meluap ke jalan saat hujan turun,” katanya.
Terkait rencana pembangunan DAS Ampal, Oddang menyatakan dukungan penuh selama proyek tersebut mampu mengurangi risiko banjir di Kota Balikpapan.
Ia menyebutkan bahwa rencana proyek tersebut mencakup pembebasan lahan dan pembangunan fisik yang diproyeksikan mulai dilaksanakan pada awal tahun anggaran 2027.
Oddang berharap pembangunan DAS Ampal dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.(sb-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *