Kabupaten Berau

Talk Show Bahas Proxy War, Kombes Pol Agus Sutrisno Ingatkan Pentingnya Menjaga Kedaulatan

266
×

Talk Show Bahas Proxy War, Kombes Pol Agus Sutrisno Ingatkan Pentingnya Menjaga Kedaulatan

Share this article
Dir Intelkam Polda Kaltim Kombes Pol Agus Sutrisno menegaskan bahwa proxy war merupakan ancaman nyata yang menggerogoti bangsa secara halus.

TANJUNG REDEB,suarabalikpapan.com – Ancaman proxy war atau perang proksi bukan lagi sekadar teori dalam strategi militer. Kini, bentuk perang modern ini hadir secara nyata melalui konflik sosial, isu politik, dan pergeseran nilai dalam masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Direktur Intelkam Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Agus Sutrisno, dalam talk show bertema “Menjaga Kedaulatan Negara” yang digelar di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, pada Sabtu (6/9/2025).
Menurut Kombes Agus, ancaman terhadap kedaulatan bangsa tidak selalu datang dalam bentuk serangan bersenjata. Justru, strategi musuh yang menggunakan pihak ketiga untuk menciptakan perpecahan internal jauh lebih berbahaya.
“Musuh kita sekarang tidak selalu datang dengan senjata. Tapi dampaknya nyata: sekolah lumpuh, ekonomi terganggu, keamanan hilang. Itulah tanda kita sedang diserang, meski tak ada peluru yang ditembakkan,” tegas Agus.
Dalam kesempatan tersebut, Kombes Agus menyoroti propaganda berbasis SARA sebagai alat utama dalam merusak persatuan nasional. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tersulut isu-isu yang menjurus pada perpecahan.
“Kalau ada konflik di masyarakat, jangan langsung kaitkan dengan SARA. Itu jalan masuk perpecahan. Sekali kita terbelah, yang diuntungkan adalah lawan kita,” ujarnya mengingatkan.
Selain itu, Agus juga menyesalkan melemahnya semangat gotong royong dalam kehidupan masyarakat. Ia menyoroti fenomena pos ronda yang kini sepi dan ketergantungan masyarakat pada CCTV sebagai bukti menurunnya solidaritas warga.
“CCTV itu hanya alat bantu. Tapi kewaspadaan sosial dan kebersamaan itu tak tergantikan. Dulu warga jaga kampung bersama-sama. Sekarang, kamera lebih dipercaya dari manusia,” tambahnya.
Agus menegaskan bahwa kedaulatan negara bukan hanya tanggung jawab TNI dan Polri. Justru, pertahanan sosial yang kokoh dimulai dari tingkat RT dan kampung. Nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian warga merupakan benteng utama dalam menghadapi ancaman tak kasatmata.
“Proxy war itu tidak terlihat, tapi menghancurkan. Kalau masyarakat kompak dan rukun, musuh tidak akan mudah masuk,” jelasnya.
Tak lupa, Agus mengajak generasi muda untuk lebih peka terhadap lingkungan dan ancaman yang ada. Ia menekankan bahwa menjaga kedaulatan bangsa bisa dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan sehari-hari.
“Kalau kita mau Indonesia tetap kuat, jangan hanya andalkan aparat. Dari RT dan kampung harus solid. Rakyat kuat, musuh pasti kalah,” pungkasnya.
Talk show ini menjadi pengingat penting bahwa pertahanan negara bukan hanya urusan militer atau diplomasi, tapi juga soal kesadaran kolektif dan solidaritas sosial di tingkat akar rumput. Peran aktif masyarakat adalah kunci utama dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa Indonesia dari segala bentuk ancaman, termasuk proxy war.(sb-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *