TENGGARONG, suarabalikpapan.com – Kelurahan Baru di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, menunjukkan geliat positif dalam pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Meskipun belum memiliki produk unggulan yang menjadi ikon wilayah, pembangunan fondasi ekonomi rakyat terus diperkuat melalui berbagai inisiatif dan kolaborasi strategis.
Menurut Lurah Kelurahan Baru, Bayu Ramanda Bani Nugraha, kawasan dari RT 1 hingga RT 10 sudah menunjukkan integrasi wilayah yang baik. Salah satu titik yang paling menonjol adalah area depan Masjid Sajid, yang kini berkembang menjadi simpul kegiatan ekonomi berkat kerja sama dengan Baznas dan Irma Masjid.
“Kehadiran mitra seperti Baznas membuat pengelolaan kawasan ini lebih terarah, tidak hanya sebagai pusat ibadah tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi warga,” ungkap Bayu, Sabtu (29/3/2025).
Meskipun belum ada produk khas yang menjadi ikon UMKM Kelurahan Baru, beberapa usaha lokal mulai dikenal masyarakat, seperti jajanan tradisional “Temu Kunci” dari RT 6. Sementara itu, beberapa wilayah lain seperti Sukarame Baru dan Mangkurawang masih menghadapi tantangan karena belum memiliki identitas usaha yang kuat.
Pemerintah kelurahan aktif mendorong legalitas pelaku UMKM melalui kerja sama dengan Dinas Koperasi dalam program pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB). Bayu menegaskan bahwa legalitas usaha menjadi kunci agar pelaku UMKM bisa mendapatkan akses bantuan dan pelatihan.
“Tahun lalu kami sudah ikut program ini, dan jika ada kesempatan lagi kami pasti lanjutkan,” tambahnya.
Masalah lain yang dihadapi adalah banyaknya pelaku usaha yang bersifat nomaden atau berpindah-pindah tempat, umumnya karena keterbatasan modal. Hanya sedikit UMKM yang bertahan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Selain itu, dampak pandemi COVID-19 juga masih terasa dalam kestabilan usaha dan daya beli masyarakat.
Salah satu program unggulan Kelurahan Baru dalam mempromosikan UMKM adalah event tahunan “Kampung Kuliner” yang rutin digelar setiap bulan November. Acara ini menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk menjajakan produk, menjalin relasi, serta mengenalkan produk ke khalayak yang lebih luas.
Selain itu, momentum bulan Ramadan juga dimanfaatkan secara optimal. Area depan Masjid Sajid berubah menjadi pusat penjualan menu berbuka puasa yang ramai dikunjungi warga.
“Antusiasme warga sangat tinggi, karena bisa menikmati beragam kuliner lokal sambil berbuka bersama,” jelas Bayu.
Untuk memperluas jangkauan pasar, pelaku UMKM di Kelurahan Baru didorong untuk go digital melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram. Selain itu, kerja sama dengan media lokal juga menjadi bagian dari strategi pemasaran agar produk UMKM semakin dikenal.
Dukungan dari RT dan lingkungan sekitar pun sangat penting dalam membangun ekosistem usaha mikro yang sehat dan berkelanjutan.
“Dengan potensi yang terus dibina dan ruang-ruang kreatif yang mulai terbentuk, Kelurahan Baru siap menjadikan UMKM sebagai wajah baru ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Bayu.(adv)
UMKM Kelurahan Baru Tenggarong Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga












