KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

UMKM Tradisional Desa Sumber Sari Butuh Dukungan Luas untuk Tembus Pasar Modern

45
×

UMKM Tradisional Desa Sumber Sari Butuh Dukungan Luas untuk Tembus Pasar Modern

Share this article
Kepala Desa Sumber Sari Tri Wahyudi

TENGGARONG, suarabalikpapan.com – Desa Sumber Sari, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, menyimpan potensi besar di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama dalam bidang kuliner tradisional khas Jawa yang dikelola oleh pelaku usaha rumahan.
Kepala Desa Sumber Sari, Tri Wahyudi, mengungkapkan bahwa sektor UMKM merupakan andalan desa yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Produk-produk seperti kerupuk, rengginang, dan jajanan khas Jawa menjadi tulang punggung perekonomian warga.
“Kalau di Sumber Sari, sektor unggulannya UMKM. Yang cukup menonjol saat ini adalah pengolahan kue dan makanan tradisional,” ujar Tri, Minggu (18/5/2025).
Meski memiliki potensi besar dan kualitas produk yang bersaing di pasar lokal dan regional, dukungan yang diterima oleh pelaku UMKM di desa ini masih sangat terbatas.
Menurut Tri Wahyudi, meskipun sudah ada bantuan dari pemerintah maupun perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), baru satu pelaku UMKM yang mendapat bantuan secara penuh.
“Masih banyak pelaku UMKM lain yang belum tersentuh bantuan, padahal potensinya besar,” katanya.
Permasalahan utama yang dihadapi pelaku usaha kecil di Sumber Sari adalah keterbatasan akses pasar dan legalitas usaha, seperti sertifikasi halal dan Nomor Induk Berusaha (NIB). Tanpa dua elemen penting ini, produk UMKM sulit menembus ritel modern seperti Indomaret atau Alfamart.
Pemerintah desa bersama kecamatan telah mulai melakukan sosialisasi pentingnya legalitas usaha. Rencana pembuatan NIB untuk para pelaku UMKM akan dimulai pekan depan.
“Kecamatan sudah mulai memfasilitasi pembuatan NIB, insya Allah Selasa depan prosesnya dimulai,” jelasnya.
Hingga kini, pemasaran produk UMKM di Sumber Sari masih dilakukan secara sederhana, melalui media sosial dan penitipan di warung-warung lokal. Belum ada kerja sama dengan pasar modern akibat keterbatasan perizinan.
Selain itu, pelaku UMKM setempat juga belum banyak terlibat dalam event promosi skala besar. Mereka baru sebatas tampil di acara kecamatan dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) tingkat kabupaten.
“Kami harap ke depan bisa lebih sering dilibatkan di acara yang lebih luas,” tambah Tri Wahyudi.
Pemerintah Desa Sumber Sari berharap agar ke depan, instansi terkait dapat memberikan dukungan konkret dalam pembinaan, perizinan, hingga pemasaran.
“Kalau disupport secara maksimal, UMKM di sini bisa luar biasa. Harapannya agar makin banyak yang bisa naik kelas dan tembus ke pasar yang lebih luas,” pungkas Tri Wahyudi.(adv).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *