
TANA PASER,suarabalikpapan.com-Karena tertarik membuat batik seorang pelaku UMKM di Kelurahan Tanah Grogot, Kecamatan Tanah Grogot akhirnya bisa meraup puluhan juta rupiah perbulan. Beliau adalah pemilik griya batik Tunjung Langit, Basriati, usaha batik yang telah dijalani Basriati kurang lebih 10 tahun ini berada di Jalan Pangeran Mentri, Kelurahan Tanah Grogot, Kecamatan Tanah Grogot. “Kurang lebih 10 tahun saya telah menjalani usaha ini,” kata Basriati, kepada media ini, pada Jumat (12/8/2022).
Basriati menjelaskan, awal mula menjalani usaha batik ini, berawal dari ketertarikan dirinya ingin membuat batik dengan motif asli Paser dan kebetulan di tempat suaminya bekerja sering mengadakan pelatihan-pelatihan. “Di tempat suami saya bekerja selalu mengadakan pelatihan, kebetulan ada pelatihan pembuatan batik saya langsung ikut dan belajar membuat batik,” jelasnya.
Basriati melanjutkan, meskipun telah mengikuti pelatihan tersebut tidak langsung bisa membuat batik sebab ia memutuskan untuk magang di salah satu rumah produksi pembuatan batik di Kota Solo, Jawa Tengah. “Gak langsung bisa saya bikin batik, makanya saya putuskan untuk magang di Solo, setelah magang baru bisa membuat batik sendiri,” akunya.
Batik yang dibuat kata Basriati, khusus motif asli Kabupaten Paser dan sangat berbeda dengan batik Jawa. Motifnya benar-benar mengambil dari daerah Paser. “Motifnya beda ini motif Paser sangat beda dengan batik dari Jawa,” ujarnya.
Basriati mengaku, selama 10 tahun menjalani usaha batik Paser, kendala yang sering dialami yakni, bahan bakunya yang tidak ada di jual di Kaltim, hanya ada di luar kaltim dan pemerintah daerah juga sempat memberikan bantuan peralatan membatik pada awal-awal ia menjalani usaha batik Paser. “Kendalanya cuman bahan bakunya saja yang tidak ada jual disini, semuanya kami datangkan dari jawa semuanya bahan bakunya,” akunya.
Basriati mengatakan, dalam 1 bulan dari hasil batiknya dirinya dibantu 8 karyawan mampu menjual 300 potong setiap bulan dengan penghasilan bersih sekitar Rp 10 juta perbulan. “Alhamdulilah omzet bersih diterima sekitar Rp 10juta perbulan, namun sempat sepi selam 2 tahun pandemi Covid 19. Alhamdulilah sekarang sudah mulai normal kembali,” ucapnya.
Untuk peminatnya kata Basriati, tak hanya di Paser saja, namun sampai keluar daerah seperti Samarinda dan Balikpapan. Ia juga memasarkan batiknya secara online, sehingga semakin banyak peminatnya. “Banyak tamu dari luar Paser datang kesini untuk mencari batik di Griya Batik Tunjung Langit,” imbuhnya.
Basriati berharap pemerintah daerah dapat membantu memperkenalkan serta memasarkan produk batik miliknya agar batik Paser ini semakin dikenal orang banyak. “Harapannya pemerintah daerah turut memperkenalkan batik asli Paser ini agar semakin banyak dikenal orang,” harapnya.(adv/sb-06)












