BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Wagub Kaltim) Hadi Mulyadi menerima kepulangan enam mahasiswa yang kuliah di International University of Africa. Penerimaan kepulangan enam mahasiswa tersebut dilakukan di ruang VIP Room Bandara SAMS Balikpapan, baru baru ini. Adapun enam mahasiswa yang pulang ke Kaltim yakni Tika Hamidah dan Muhammad Irham asal Samarinda yang sedang dalam pengurusan ijazah S1, lalu Nurisa Wahyu asal Samarinda masih semester 7, Mariati Maulida asal Samarinda masih semester 5, Qurrotul Aini Mufidah asal Tanah Grogot PPU masuk semester 7, serta Ahmad Rauf Asal Babulu PPU masuk semester 7.
Wagub Hadi Mulyadi Sambut Enam Mahasiswa Sudan
Wagub menerangkan, penerimaan dilakukan sesuai perintah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk memfasilitasi kedatangan mahasiswa dari Sudan sampai ke Balikpapan.
“Alhamdulillah beberapa hari kemarin mereka tiba di Jakarta, dan kami fasilitasi untuk menginap di mess Badan Penghubung, lalu dikirim kesini untuk diserahterimakan ke keluarganya,” kata Hadi Mulyadi kepada awak media.
Lanjutnya, untuk persoalan kuliah mereka bisa melanjutkan kuliah di Kaltim sesuai dengan jurusannya, apakah di Rinci atau Unmul, mungkin semacam mutasi. Ditanya apakah bisa dibantu untuk mutasi, ia menegaskan akan melihat aturan mainnya, karena berasal dari luar negeri.
“Yang pasti sebisanya kami akan membantu,” imbuhnya. Sementara kelanjutan beasiswa yang diterima di Sudan, karena berasal dari luar negeri sudah pasti tidak bisa digunakan disini (Kaltim, red). Untuk mendapatkan beasiswa di Kaltim tentu harus sesuai aturannya, harus daftar dulu dan sesuai dengan kategorinya untuk mendapatkan beasiswa, apakah berprestasi atau lainnya.
“Jadi yang dua sudah lulus, tiga sudah masuk semester 7 dan satu masuk semster 5,” terangnya.
Salah satu mahasiswa Nurisa Wahyu menjelaskan, sebelum dipulangkan mereka dikumpulkan KBRI di satu titik. Lalu berangkat dari Hortum pergi ke daerah aman (Porsudan) selama 12 jam, setelah itu diberangkatkan ke Jeddah dan menginap dua hari, baru diberangkat ke Jakarta dan nginap di asrama haji untuk menunggu jemputan dari Pemda Kaltim.
“Tidak langsung dijemput, tetapi menunggu selama 3 hari baru dipulangkan ke Balikpapan. Dan alhamdulilahnnya semua biayain oleh pemerintah,” paparnya.
Ditanya khawatir sudah pasti ada, namun dikarena bukan orang Sudan mereka tidak menyerangnya, tetapi ada kekahawatiran mengenai peluru nyasar. Setibanya di Balikpapan tentu membuat kekhawatiran itu hilang, tetapi ia mengaku sedih karena sudah semester 7 harus melewati masalah seperti ini.(sb-02/adv/kominfo-kaltim)












