Provinsi Kaltim

Wagub Kaltim Dorong Produksi Film Daerah Bertema Legenda dan Sejarah

36
×

Wagub Kaltim Dorong Produksi Film Daerah Bertema Legenda dan Sejarah

Share this article
Wagub Kaltim Seno Aji mendorong lahirnya film monumental bertema legenda dan sejarah lokal seperti Pesut Mahakam dan Kerajaan Kutai

SAMARINDA,suarabalikpapan.com – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji, mendorong para pelaku industri kreatif di Bumi Etam untuk menghadirkan film monumental yang mengangkat kekayaan sejarah dan legenda lokal. Film semacam itu diharapkan mampu membawa nama Kaltim harum, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Bayangkan kalau Kaltim punya film legendaris seperti ‘Pesut Mahakam’ atau kisah ‘Mulawarman’ dari Kerajaan Kutai. Ini akan menjadi kebanggaan tersendiri, seperti halnya film tentang Pangeran Antasari dari Kalimantan Selatan. Potensi ini sangat besar dan perlu dikembangkan,” kata Seno Aji saat menerima audiensi insan perfilman Kaltim di ruang kerjanya, Senin (16/6/2025).
Dalam pertemuan tersebut hadir Ketua Wisma Citra Cinema Achmad Junaidi, perwakilan Dinas Pariwisata Kaltim Hj. Herlina Eka, musisi dan guru Smada Rifani Wahyu, Ketua Tera Aksara Endry Sulistyo, serta Ketua Jagat Raya Film Heri Meiga.
Wagub Seno juga mengapresiasi film-film lokal yang telah diproduksi seperti Lamak (Karamat di Kampung Tuha) dan Nyanyian Sunyi, yang menurutnya sangat menarik dan memperlihatkan potensi besar perfilman daerah.
“Kita harapkan tahun depan bisa lahir satu film fenomenal dari Kaltim yang mengangkat cerita sejarah atau legenda daerah. Ini penting untuk memperkuat identitas budaya kita,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kaltim siap memberikan dukungan dan fasilitas bagi pengembangan ekonomi kreatif, termasuk dalam bidang perfilman dan seni lainnya.
“Dukungan ini kami harapkan bisa memotivasi para pelaku film untuk lebih produktif, agar potensi daerah kita bisa dikenal lebih luas,” pungkas Seno Aji.(SB-02/ADV/DISKOMINFO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *