Provinsi Kaltim

Wagub Seno Aji Optimis Kopi Luwak Prangat Baru Marangkayu Menembus Pasar Ekspor

37
×

Wagub Seno Aji Optimis Kopi Luwak Prangat Baru Marangkayu Menembus Pasar Ekspor

Share this article
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, optimis Kampung Kopi Luwak di Desa Prangat Baru, Marangkayu, mampu menembus pasar ekspor.

MARANGKAYU, suarabalikpapan.com – Harapan baru bagi perekonomian Kalimantan Timur hadir dari sektor perkebunan kopi. Dari Desa Prangat Baru, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, lahirlah potensi unggulan: Kopi Luwak Prangat Baru.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, yang melakukan kunjungan ke lokasi pada Minggu (25/5/2025), menyatakan kekagumannya terhadap kualitas kopi yang dihasilkan. Lokasi kebun kopi ini berada di Km 60 Jalan Samarinda-Bontang.
“Saya sangat senang dan tertarik. Semoga ke depan Kopi Luwak Prangat Baru ini bisa menjadi identitas kopi unggulan Indonesia, dan membanggakan Kutai Kartanegara,” ujar Seno Aji usai meninjau kebun dan menikmati seduhan kopi.
Melihat potensi besar tersebut, Wagub Seno Aji menyarankan dibentuknya komunitas dan klaster khusus perkebunan kopi di Kalimantan Timur. Menurutnya, hal ini penting untuk memperkuat brand kopi liberika asal Kaltim agar mampu bersaing di tingkat nasional dan global.
“Buahnya lebih besar, rasanya lebih baik. Jika dikelola dengan baik, saya optimis kopi Kaltim bisa menjadi raja kopi nasional bahkan ekspor,” tambahnya.
Untuk pengembangan, ia berharap dukungan dari perusahaan tambang melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), terutama dalam penyediaan bibit dan pupuk. Pemprov Kaltim juga akan ikut membantu dari sisi teknis.
“Kami siap mendampingi para petani agar hasil panen mereka maksimal,” tegas Seno Aji.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara, Sunggono, menyampaikan bahwa Marangkayu telah masuk dalam rencana pengembangan kawasan industri dalam RTRW Kukar. Meski komoditas kopi belum tercantum dalam RPJMD, Pemkab tetap memberi perhatian serius.
“Pak Bupati sudah 15 kali datang ke Kampung Kopi Luwak ini. Artinya, perhatian terhadap sektor ini sangat besar,” ungkap Sunggono.
Bahkan, di Kukar terdapat SMK Negeri 2 Sebulu yang telah memiliki kurikulum khusus tentang pengolahan kopi, dari proses tanam hingga penyajian, sebagai bentuk dukungan pendidikan terhadap industri kopi lokal.
Ketua Kelompok Tani Kampung Kopi Luwak, Rindoni, menjelaskan bahwa dari total 35 hektare lahan yang mereka kelola, tidak semuanya ditanami kopi. Hal ini dilakukan untuk menjaga ekosistem luwak, yang membutuhkan tanaman tumpangsari seperti buah-buahan dan karet.
“Harga kopi luwak murni bisa mencapai Rp5 juta per kilogram. Untuk kopi honey, natural, dan full wash, harga berkisar Rp800 ribu per kilogram,” jelas Rindoni.
Saat ini, mereka juga tengah mengembangkan varietas kopi liberika lokal bernama Doni 1, Doni 2, dan Doni 3.
Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Kepala Desa Prangat Baru Fitriati, Kepala Desa Prangat Selatan Sarkono, serta Pj Kepala Desa Makarti Aris Bintoro. Wagub Seno Aji juga sempat meninjau rest area Odah Singgah Prangat Baru, yang dibangun melalui dana CSR dari perusahaan-perusahaan sekitar.(SB-02/ADV/DISKOMINFO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *