
SAMARINDA,suarabalikpapan.com-Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Peningkatan Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Samarinda bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di Ruang Rapat Utama Karangasan Kantor Balaikota, pada Selasa (22/2/2022).
Rakor dihadiri Ketua DPRD Samarinda Sugiyono, Dandim 0901/Smd Letkol Arm Novi Herdian, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli, Wakil Wali Kota Dr Rusmadi, Sekda Dr Sugeng Chairuddin, Asisten III Dr Ali Fitri Noor, pimpinan OPD serta para Camat.
“Sesuai laporan dari OPD terkait dan masukan-masukan dari Forkopimda ada beberapa kebijakan yang akan kita ambil. Diantaranya tidak melakukan pembatasan. Tapi operasi yustisi frekuensinya akan ditingkatkan dengan menyasar kerumunan warga, terutama kerumunan anak-anak muda di kafe-kafe,” kata Andi Harun.
Dirinya meminta kepada warga Samarinda agar meningkatkan protokol Kesehatan (prokes) seperti rajin mencuci tangan, menjaga jarak serta menggunakan masker. Ia juga mengapresiasi kepada TNI-Polri yang gencar melakukan operasi yustisi terkait prokes sehingga mampu mencegah penyebaran virus corona. “Makanya saya meminta pihak kecamatan agar gencar melakukan operasi yustisi bersama TNI-Polri,” pintanya.
Mengenai Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Andi Harun menegaskan tetap PTM 100 persen dengan tetap memberikan alternatif pilihan kepada orang tua untuk daring. “Apabila ada sekolah kasus positif 0-5 persen, maka ditutup 5 hari. Kemudian dilakukan penyemprotan lalu disaat pembukaan kembali sekolah dipastikan semua guru dan siswa sehat,” terangnya.
Bagi sekolah kasus diatas 5 persen ditutup selama 14 hari. Apabila sekolah mau dibuka kembali guru dan siswa dilakukan tes antigen sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. “Jadi kita tidak melakukan penutupan sekolah, seperti dilaporkan kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Asli Nuryadin bahwa presentasi terkonfirmasi Covid-19 di sekolah masih rendah,” terang Wakil Ketua DPRD Kaltim dua periode ini.
Sesuai laporan Kadisdikbud Samarinda, sebanyak 80 siswa terkonfirmasi positif Covid-19 dari 135 ribu pelajar, 14 tenaga pendidik dan kependidikan pada 38 sekolah dari 310 sekolah di Samarinda. Ia juga menegaskan, sesuai usulan Dandim, bahwa setiap pasar-pasar dipasang pengeras suara untuk mengingatkan warga agar menerapkan prokes. “Kalau perlu pasang CCTV atau kamera pemantau sekaligus meningkatkan operasi yustisi prokes,” pintanya.
Selain itu, Wali Kota mengaku akan bekerjasama dengan TNI-Polri melaksanakan vaksinasi booster bagi lansia dan anak di setiap kelurahan dan kecamatan. “Saya minta Camat dan Lurah untuk kembali melakukan pendataan kepada lansia yang belum vaksin kedua dan boster, setelah terkumpul datanya kita lakukan lagi serempak,” ujarnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda dr Ismit Kusasih mengatakan, penyebaran kasus Covid-19 belakangan ini di Samarinda jauh lebih rendah dibanding varian delta tahun sebelumnya. “Mayoritas kasus varian omicron ini lebih rendah dibanding kasus varian delta tahun lalu. Ada 42 persen yang dirawat di rumah sakit saat ini, tapi tidak pure Covid. Tahun lalu kategori berat dan kritis 80 persen. Sekarang ini yang berat karena komorbid seperti hipertensi dan diabetes,” terang Ismit.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli menambahkan agar warga yang tidak mengantongi KTP Samarinda tapi berdomisili di Samarinda supaya diperbolehkan vaksin. “Seperti satu anak muda yang terkonfirmasi positif Covid-19. Setelah kita lakukan tracing satu keluarga positif lantaran semuanya belum vaksin. Alasannya mereka baru pindah 8 bulan lalu jadi tidak bisa divaksin di Samarinda,” ujar Kapolresta Ary.
Sementara itu, Dandim 0901/Smd Letkol Arm Novi Herdian mengimbau kepada warga agar disiplin dalam menerapkan prokes. Seperti memakai masker, rajin mencuci tangan serta selalu menjaga jarak.(sb-02)












