TANA PASER,suarabalikpapan.com – Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana, baru saja menyelesaikan kegiatan reses atau serap aspirasi masyarakat di 14 desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Paser. Kegiatan ini berlangsung sejak 31 Oktober hingga 7 November 2024, dengan fokus pada sejumlah isu penting yang dihadapi oleh warga desa.
Dalam reses tersebut, Yenni menerima keluhan dari warga Desa Sekuan Makmur, Kecamatan Muara Komam, terkait kasus hilangnya dana beasiswa Kaltim Tuntas yang diterima oleh tiga mahasiswa. Meskipun dana beasiswa tersebut telah masuk ke rekening penerima, uang tersebut tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
“Masyarakat yang menyampaikan hal ini siap mempertanggungjawabkan laporan tersebut. Kami akan segera menelusuri lebih lanjut mengenai permasalahan ini,” ujar Yenni pada Jumat (8/11/2024).
Ia juga menegaskan bahwa jika ada kesalahan dari pihak bank atau dinas terkait, harus segera dilakukan klarifikasi agar tidak merugikan reputasi Dinas Pendidikan dan Pemerintah Daerah.
Yenni menambahkan, kejadian ini sangat meresahkan karena bisa jadi lebih banyak lagi korban yang belum melaporkan hal yang sama.
“Kami akan segera menindaklanjuti permasalahan ini, terutama jika ada oknum yang terlibat,” tegasnya.
Selain kasus beasiswa, dalam reses kali ini, Yenni juga menerima berbagai usulan dari masyarakat terkait pembangunan infrastruktur dan peningkatan fasilitas desa. Beberapa usulan utama meliputi peningkatan jalan lingkungan, jalan usaha tani, jalan perkebunan, pengadaan pupuk, serta bantuan untuk rumah tidak layak huni dan gedung serba guna. Warga juga mengusulkan pembangunan jembatan penghubung antar desa, yang mencakup pembangunan jembatan kayu dan jembatan besi di beberapa titik yang membutuhkan anggaran besar.
“Beberapa desa memang membutuhkan jembatan penghubung yang dapat memfasilitasi mobilitas masyarakat. Kami akan memperjuangkan hal ini dalam anggaran perubahan 2025,” ujar Yenni.
Dari hasil reses yang telah dilaksanakan, Yenni akan menyusun pokok pikiran untuk dibawa ke DPRD Provinsi Kaltim sebagai dasar dalam merancang anggaran untuk 2026. Beberapa usulan dari masyarakat akan diprioritaskan untuk dimasukkan dalam anggaran perubahan 2025.
“Kami akan memperjuangkan usulan yang menjadi skala prioritas masyarakat dalam APBD Provinsi Kaltim 2025,” tambahnya.
Dengan adanya reses ini, Yenni berharap dapat menjembatani aspirasi warga desa dengan kebijakan pemerintah daerah, serta memastikan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat segera mendapat solusi.(adv/sb-06/dprdkaltim)
Yenni Eviliana Reses di 14 Desa Paser, Warga Sampaikan Dana Beasiswa Kaltim Tuntas yang Hilang












