BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com–Anggota DPRD Kalimantan Timur, Dr. H. Yusuf Mustafa, S.H., M.H., menggelar Dialog Rakyat bertajuk “Pengawasan Penggunaan APBD Provinsi Kaltim” di Jalan Pipit II RT 10, Kelurahan Gunung Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Minggu (14/12/2025).
Kegiatan tersebut menjadi wadah diskusi terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat dalam mengawal pelaksanaan program pembangunan daerah, khususnya terkait penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur.
Dialog yang dimoderatori Drs. Sutarno itu berlangsung interaktif. Yusuf Mustafa menegaskan bahwa pengawasan APBD tidak cukup hanya dilakukan di ruang rapat DPRD, melainkan harus melibatkan masyarakat secara langsung di lapangan.
“Dialog seperti ini penting agar aspirasi masyarakat tidak hanya didengar, tetapi juga menjadi rujukan dalam evaluasi program dan penganggaran pemerintah daerah,” ujar Yusuf Mustafa.
Menurutnya, kehadiran DPRD di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas penggunaan anggaran daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Yusuf Mustafa juga menyinggung adanya pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat yang berdampak langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Timur.
Ia menjelaskan, anggaran awal KUA-PPAS 2026 yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp21,35 triliun, mengalami penurunan signifikan menjadi sekitar Rp15 triliun.
“Dana transfer dari pemerintah pusat yang awalnya sebesar Rp9,33 triliun kini berkurang menjadi sekitar Rp3 triliun. Kondisi ini tentu mengubah struktur anggaran daerah secara drastis,” jelas Yusuf Mustafa, yang juga merupakan suami dari Anggota DPRD Balikpapan Hj. Suwarni.
Yusuf menegaskan bahwa APBD merupakan uang rakyat yang penggunaannya harus diawasi bersama agar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya di Kota Balikpapan.
“APBD itu uang rakyat. Karena itu, pelaksanaannya harus dipantau bersama agar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh warga,” tegasnya.
Ia menilai dialog publik semacam ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif serta memastikan setiap kebijakan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.
Menutup dialog, Yusuf Mustafa berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai sarana partisipasi publik dalam perencanaan dan pengawasan anggaran daerah.
“Partisipasi Bapak dan Ibu sekalian sangat penting agar anggaran yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.(sb-01)
Yusuf Mustafa Gelar Dialog Rakyat di Balikpapan Selatan, Soroti Pengawasan APBD Kaltim












