DPRD Kaltim

Yusuf Mustafa Sosialisasi Wasbang di Sepinggan, Ajak Warga Hidup Rukun Sesuai 4 Pilar Kebangsaan

526
×

Yusuf Mustafa Sosialisasi Wasbang di Sepinggan, Ajak Warga Hidup Rukun Sesuai 4 Pilar Kebangsaan

Share this article
Anggota DPRD Kaltim Yusuf Mustafa dan narasumber berfoto bersama peserta Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, di Kompleks Perumahan Sepinggan Asri, RT 42 Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, pada Senin (28/11/2022)

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim, DR H Yusuf Mustafa SH MH, dari Fraksi Partai Golkar, melakukan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Kompleks Perumahan Sepinggan Asri, RT 42 Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, pada Senin (28/11/2022) sore. Dalam sosialisasi tersebut, anggota DPRD Dapil Balikpapan ini didampingi anggota DPRD Balikpapan Hj Suwarni, narasumber H Sugito SH, Drs H Sutarno dengan moderator Masrul Khoja.

Anggota DPRD Kaltim Yusuf Mustafa menjelaskan, Wawasan Kebangsaan ini sangat penting disosialisasikan kepada masyarakat, terutama 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta Bhineka Tunggal Ika. “Jadi sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini untuk menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat dalam berbangsa dan bernegara,” kata suami dari anggota DPRD Balikpapan Hj Suwarni ini.

Selain itu, menurut Yusuf, wawasan kebangsaan ini sangat penting untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat dengan beragam suku, agama dan golongan agar hidup rukun. “Jadi tujuan wawasan kebangsaan ini adalah untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun dengan berbagai perbedaan, baik suku, agama maupun golongan,” ujar Yusuf.

Ia juga berterima kasih kepada warga yang cukup antusias mengikuti sosialisasi wawasan kebangsaan sebab berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari seperti kehidupan bertetangga yang harus hidup rukun dan saling menghormati.

Hal senada diungkapkan anggota DPRD Balikpapan Hj Suwarni. Ia mengatakan, sosialisasi wawasan kebangsaan ini sangat penting untuk menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. “Saya menyampaikan wawasan kebangsaan ini adalah kumpulan nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman bagi masyarakat. Jadi kalau tidak ada nilai-nilai wawasan kebangsaan yang mengatur kehidupan bermasyarakat mau jadi apa negara kita ini,” ujar Hj Suwarni.

Anggota DPRD Kaltim Yusuf Mustafa (berdiri) melakukan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, di Kompleks Perumahan Sepinggan Asri, RT 42 Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, pada Senin (28/11/2022)

Sementara itu, narasumber H Sugito SH menjelaskan Wawasan Kebangsaan terdiri dari 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 45, NKRI serta Bhineka Tunggal Ika. Ia menjelaskan, dulu ada Penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) bagi siswa sehingga 4 pilar ini menjadi fondasi bangsa. “Ya sama seperti rumah kalau bangunan atau fondasinya tidak kuat maka akan ambruk,” kata Sugito.

Menurutnya nilai-nilai 4 pilar di masyarakat saat ini mulai tergerus oleh teknologi seiring berkembangnya teknologi digital. “Sekarang seenaknya saling menghina di medsos. Berhati-hati sebab ada Undang-undang  Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Jangan sampai orang tersinggung bisa dilaporkan ke polisi sehingga bisa dipenjara,” ujar Gito panggilan Sugito.

Ia menjelaskan, wawasan kebangsaan adalah cara pandang suatu bangsa mengenai diri dan ideologinya, serta cita-citanya yang diorientasikan untuk memperkokoh dan menjaga persatuan dan ketahanan bangsa.

Sedangkan, tujuan dan sasaran wawasan kebangsaan jelas Gito diantaranya untuk mewujudkan bangsa yang kuat, rukun bersatu, berdaya saing tinggi, sejahtera, terjaganya sejarah kebangsaan Indonesia dan cinta NKRI, revitalisasi-reaktualisasi nilai-nilai Pancasila. “Jadi secara khusus meredam berkembangnya primordialisme kesukuan, kedaerahan serta mencegah disintegrasi bangsa,” katanya.

Ia berharap kedepan nilai-nilai dalam Pancasila harus tetap dipertahankan sehingga tidak sekadar dihafal tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti toleransi dan kebersamaan antar warga yang hidup bergotong-royong. “Indonesia terdiri dari beragam adat budaya, suku dan agama namun masyarakatnya tetap hidup rukun dan damai serta saling tolong menolong,” pungkas Gito.

Disela-sela sosialisasi anggota DPRD Kaltim, DR H Yusuf Mustafa bersama narasumber H Sugito SH mencoba kemampuan para peserta sosialisasi untuk menghafal sila-sila dalam Pancasila. Bagi peserta yang bisa menghafal dengan benar diberikan hadiah berupa uang. Diakhir sosialisasi dilakukan sesi tanya jawab singkat terkait Wawasan Kebangsaan. Semua pertanyaan dijawab dengan lugas oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim, DR H Yusuf Mustafa bersama narasumber H Sugito SH.(sb-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *