
BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Jajaran pengurus dan anggota Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Kota Balikpapan melakukan silaturahmi dengan Gubernur Kaltim Isran Noor, di Hotel Novotel Balikpapan, pada Minggu (31/10/2021) siang.
Dalam silaturahmi tersebut Ketua HDCI Kota Balikpapan Denny Yusni Arman SE memperkenalkan satu persatu pengurus dan anggota HDCI Balikpapan yang hadir kepada Gubernur Isran Noor. Denny juga memaparkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh HDCI Balikpapan. Seperti turing ke beberapa daerah di Kalimantan, pulau Jawa dan Bali hingga kegiatan sosial yang rutin dilakukan setiap tahun dengan memberikan bantuan kepada panti-panti asuhan dan panti jompo di tempat turing.
“Untuk anggota HDCI Balikpapan sendiri jumlahnya 70 lebih sedangkan jumlah anggota HDCI di Kaltim sekitar 150 orang. Dan yang paling banyak anggotanya adalah di Balikpapan dan Kota Samarinda,” ujar Denny kepada awak media didampingi pengurus HDCI Balikpapan Maseno yang akrab disapa Eno.

Denny mengaku, saat silaturahmi, Gubernur Isran Noor meminta kepada HDCI Balikpapan agar membantu pemerintah mempromosikan obyek-obyek wisata yang ada di Kaltim.
“Makanya HDCI Balikpapan akan melakukan koordinasi dengan PB HDCI Pusat untuk membicarakan rencana turing ke obyek wisata Pulau Derawan di Kabupaten Berau,” aku Denny.

Sementara itu, Gubernur Kaltim Isran Noor mengapresiasi keberadaan HDCI di Kaltim termasuk di Balikpapan yang aktif menggelar berbagai kegiatan sosial sekaligus membantu mempromosikan obyek wisata yang ada di Kaltim.
“HDCI ini merupakan wujud sebuah hobby dan kesenangan untuk menggunakan motor-motor besar, khususnya Harley Davidson. Saya kira komunitas HDCI ini luar biasa. Komunitas yang sebenarnya disukai banyak orang, hanya saja yang melaksanakannnya tentu saja terbatas. Saya minta teman-teman HDCI membantu pemerintah di Kaltim untuk mempromosikan pariwisata,” pinta Isran.
Ia mengaku pernah memiliki motor Harley Davidson pada tahun 2010 lalu dengan harga masih murah sekira Rp800 juta-an. “Saya suka bawah motor HD pada tahun 2010 lalu. Waktu itu harganya masih murah sekitar Rp800 jutaan,” pungkas Isran.(sb-01)












