Kabupaten Paser

Emak-emak Keluhkan Kelangkaan Minyak Goreng Kemasan di Paser

238
×

Emak-emak Keluhkan Kelangkaan Minyak Goreng Kemasan di Paser

Share this article
Harga minyak goreng kemasan di Kabupaten Paser melonjak hingga mencapai Rp 41 ribu untuk kemasan 2 liter akibat langkah di pasaran

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Minyak goreng kemasan yang dijual pedagang di Kabupaten Paser mengalami kekosongan. Hal ini dikeluhkan para ibu rumah tangga . Khatima salah satu pedagang kelontongan di Pasar Induk Penyembolum Senaken, mengaku kesulitan mendapatkan stok minyak goreng untuk dijual kembali.

“Sekarang lagi langka minyak gorengnya, suami saya sudah order jauh-jauh hari namun sampai distributor tidak kebagian, karena barangnya sudah habis,” kata Khatimah, kepada media ini, Jumat (4/3/2022).

Khatimah melanjutkan, saat ini para pedagang juga dijatah untuk pengambilan minyak goreng ke distributor. Itupun, distributor memberlakukan persyaratan untuk para pedagang harus menunjukkan kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). “Syaratnya harus menunjukan NPWP, kalau itu tidak ada, yah pedagang tidak dapat jatah minyak goreng, pokoknya ngeri sekarang kayak ngurus tanah,” keluhnya.

Stok minyak goreng yang dimiliki para pedagang kata Khatimah, sangatlah minim dan dijual ke konsumen dengan harga Rp 41 ribu untuk kemasan 2 liter.

Hal senada juga diungkapkan Nurul, ia mengaku, kelangkaan minyak goreng di Paser sudah terjadi sejak sebulan terakhir setelah pemerintah memberlakukan harga minyak goreng kemasan seharga Rp 14.000 untuk kemasan 1 liter. “Sudah sebulan langkanya, itupun kalau ada stok, distributor mengharuskan kita untuk menggandeng dengan barang dagangan lain. Seperti beli gula 1 karung maupun santan, setelah itu kita baru dapat jatah minyak goreng 1 dus,” akunya.

Apabila persyaratan itu tidak dipenuhi, kata Nurul maka para pedagang tidak akan mendapatkan jatah minyak goreng. Untuk harga minyak goreng, rata-rata pedagang harus mengeluarkan biaya Rp 230 ribu per dus dengan isi 6 kemasan ukuran 2 liter. “Kadang kalau kita ambil barang di distributor karena murah kalau ke yang lain mahal sudah kenanya, karena harganya sudah dinaikkan,” ujarnya.(sb-06)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *