BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-77 dan HUT ke-4 suarabalikpapan.com sebanyak 75 siswa SMPN 12 Balikpapan mengikuti penyuluhan tentang bahaya narkoba bagi generasi muda di ruang sekolah lantai 2, pada Senin (22/8/2022) pagi. Kegiatan tersebut menghadirkan penyuluh Estu Gumelar SI Kom dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan, didampingi Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono, Kepala SMPN 12 Balikpapan Ajahari Z, SPd, MM serta Wakil Kepala Sekolah Nur Wahyudi.
Menurut ketua panitia pelaksana penyuluhan Abdul Hamid, pihaknya sengaja menggelar penyuluhan narkoba sebab dampak narkoba bagi kesehatan sangat berbahaya. Seperti merusak mental hingga meninggal dunia. “Penyuluhan narkoba ini dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-77 serta HUT suarabalikpapan.com ke-4 tahun ini,” ujar Abdul Hamid di sela-sela kegiatan penyuluhan.

Penyuluhan narkoba ini, kata Abdul Hamid mendapat dukungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan, PT Pertamina Persero, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan, PT Kideco Jaya Agung serta Waroeng Steak & Shake Balikpapan.
Sementara itu, Kepala SMPN 12 Balikpapan Ajahari Z, SPd, MM menyambut baik adanya penyuluhan narkoba tersebut. “Penyuluhan tentang narkoba ini sangat penting bagi anak-anak muda sebab dampak dari narkoba sangat berbahaya bagi mental hingga meninggal dunia,” ujar Ajahari dalam sambutanya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada panitia penyuluhan, BNNK Balikpapan serta para sponsor pendukung yang telah memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba kepada generasi muda di sekolahnya.

Hal senada diungkapkan Waki Ketua DPRD Balikpapan Budiono, menurutnya ada 3 golongan narkoba sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Narkotika ini terbagi tiga golongan adalah zat berbahaya yang dapat menimbulkan ketergantungan bagi pengguna,” terang Budiono.
Menurutnya, narkoba ini sangat berbahaya sebab dapat merusak syaraf hingga orang yang ketergantungan mengalami stress dan meninggal dunia. “Makanya kita semua perlu melakukan pengawasan, baik orang tua, masyarakat hingga media. Mau jadi apa generasi muda kita sebagai calon pemimpin negara kalau sudah loyo dan rusak mentalnya akibat narkoba. Jadi saya imbau kepada anak-anak muda untuk narkoba ini cukup tau aja dan jangan dikonsumsi sebab di era digitalisasi saat ini dimanfaatkan oleh para pengedar untuk menjual narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, Estu Gumelar dari BNN Kota Balikpapan mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menetapkan bahwa Indonesia Darurat Narkoba. “Mengapa Presiden tetapkan Indonesia darurat narkoba sebab Indonesia mudah dimasukin narkoba terutama lewat jalur laut,” ujar Estu.
Menurutnya, untuk Kaltim sendiri juga cukup rawan penyebaran narkoba karena berbatasan dengan negara lain. “Jumlah penduduk Indonesia saat ini telah mencapai 270 juta lebih sehingga telah menjadi pasar bagi para bandar narkoba,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut Estu juga menjelaskan, tentang tempat-tempat rehabilitasi bagi para pecandu narkoba di antaranya di Tanah Merah Samarinda. “Makanya kalau orang sudah kecanduan jangan dipenjara lebih baik direhabilitasi untuk dilakukan terapi,” terangnya.
Pada sesi tanya jawab Estu Gumelar memberikan pertanyaan terkait materi penyuluhan dan bagi siswa yang mampu menjawab dengan benar diberikan hadiah berupa voucher.(sb-01/sb-02/sb-03)












