
BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Anggota DPRD Balikpapan Syukri Wahid meminta Pemkot Balikpapan agar berhati-hati dalam menyusun APBD 2023. Sebab APBD merupakan salah satu tolok ukur kemampuan dan cermin kemandirian daerah. “Jangan sampai APBD yang sudah ditetapkan oleh DPRD dan Pemkot mengalami perubahan dengan beberapa alasan. Karena diikhatirkan saat dilakukan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi temuan,” kata Syukri Wahid kepada awak media, di Gedung Parlemen Balikpapan, pada Rabu (7/9/2022).
Diakunya, saat pembahasan Perubahan APBD 2022. Semula target PAD 2022 sebesar Rp850 miliar lebih mengalami penurunan menjadi Rp785,51 miliar atau turun sebesar Rp64,48 miliar (8,21 persen). “Salah satu komponen terjadi perubahan PAD dari Pajak Mineral dan Pertambangan (Minerba) Bukan Logam sesuai Perda Nomor 9 Tahun 2010 yang ditargetkan sebesar Rp78 miliar. Sampai saat ini belum mengalami peningkatan,” ujar Syukri.
Berdasarkan pendapatan tertinggi dari perda tersebut sebesar Rp5 miliar lebih yakni dari pembukaan lahan perluasan kilang Pertamina Balikpapan. Disisi lain Syukri Wahid mengingatkan dalam penyusunan APBD 2023 menyentuh angka Rp2,7 triliun. Ini juga perlu kehati-hatian dan harus realistis sesuai kemampuan ekonomi daerah dan perkembangan ekonomi global saat ini. “Bisa saja kondisinya berubah, akhirnya berimbas pada keuangan negara,”pungkas Anggota DPRD Dapil Balikpapan Utara ini.(sb-03).












