BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan Syukri Wahid mengaku telah mengingatkan agar proyek pengendalian banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal sebanyak enam paket sebelum dikerjakan dilakukan pembebasan lahan.
“Ternyata dalam perjalanan pengerjaan proyek tersebut, mulai timbul permasalahan lahan milik warga, akibat dampak pembangunan. Terjadi pembongkaran tanpa minta izin kepada pemiliknya,”kata Syukri Wahid kepada awak media di Gedung Parlemen Balikpapan pada Selasa (3/1/2023).
Dirinya khawatir proyek pengendalian banjir DAS Ampal ini terancam mandek, apabila masuk dalam kasus pidana. Ia mengaku telah mengingatkan sebelumnya agar lahan warga terkena dampak pembangunan diselesaikan. Nah, ternyata dalam perjalanannya menuai permasalahan.
“Jangan sampai persoalan ini tidak selesai. Dimana Pemkot Balikpapan sudah mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk pengendalian banjir menjadi terkendala, ditambah lagi pihak kontraktornya yang bermasalah,”pungkas Anggota DPRD Dapil Balikpapan Utara ini. (sb-03).












