Provinsi Kaltim

Komisi X DPR RI Apresiasi  Perpusda Samarinda

142
×

Komisi X DPR RI Apresiasi  Perpusda Samarinda

Share this article
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjafudian dan Kepala Dinas Perpusip Samarinda Erham Yusuf berfoto bersama di sela-sela kunjungan ke Perpusda Samarinda

SAMARINDA,suarabalikpapan.com-Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengapresiasi Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Samarinda karena dinilai memiliki sarana dan prasarana yang baik. Demikian disampaikan Hetifah saat memimpin Kunjungan Kerja Panja Peningkatan Literasi dan Tenaga Perpustakaan (PLTP) Komisi X DPR RI ke Kota Samarinda, Kalimantan Timur (15/6/2023) pekan tadi. “Komisi X mengapresiasi Perpustakaan Daerah (Perpusda) di Kota Samarinda ini merupakan bentuk kolaborasi, dibiayai baik dari APBN dan juga APBD. Nah itu membuat, bukan saja lengkap koleksinya, kemudian juga estetis, tetapi juga betul-betul bisa melayani lebih banyak pengunjung di perpustakaan menunjukkan minat masyarakat untuk mengakses buku-buku di perpustakaan itu bahkan yang berbasis digital itu semakin tinggi,” ungkap Politisi Fraksi Golkar tersebut.

Di sisi lain permasalahan literasi di Provinsi Kalimantan Timur masih tergolong rendah, menurut Hetifah hal ini disebabkan masih kurang meratanya sarana dan prasarana (Sarpras) serta teknologi yang ada di seluruh Kabupaten serta Kota yang ada di Provinsi Kalimantan Timur.
“Belum meratanya akses teknologi maupun fasilitas sarana prasarana kabupaten kota di provinsi Kalimantan Timur yang belum memiliki perangkat daerah yang mengurus masalah perpustakaan, Jadi ini menyebabkan adanya ketimpangan ketimpangan di dalam hal minat baca dan literasi di Provinsi Kalimantan Timur,” lanjut Legislator Dapil Kaltim tersebut.
 Kedepannya diharapkan pemerataan sarpras serta teknologi yang dapat mendukung literasi menjadi lebih baik lagi agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses serta mendapatkan banyak sumber ilmu informasi sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan.
Sementara kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Kota Samarinda Erham Yusuf merasa bersyukur atas kunjungi kerja Komisi X DPR RI yang memberikan efek positif.
“Alhamdulillah perpustakaan Samarinda dapat kunjungan rombongan Komisi X DPR RI yang langsung dibawah pimpinan Ibu Hetifah yang selama ini terus getol membantu kami-kami di daerah. Apalagi mereka datang dengan 15 orang, yang tentunya akan banyak pula masukan-masukan dan perjuangan yang akan diperjuangkan untuk kami,” ucap Erham.
Menurut Erham kehadiran mereka ingin melihat dari dekat Perpustakaan Samarinda karena penasaran dengan Perpustakaan Samarinda yang baru diresmikan September tahun 2022 usai direhab total.
“Dan ternyata setelah mereka tahu, memang bagus dari arsitektur, penataan dan pengelolaan koleksi. Bahkan beberapa dari mereka juga janji akan mengirim film atau buku karyanya untuk koleksi Perpus Samarinda,” imbuh Erham.
Erham juga mengaku gembira dalam kunjungan ini dihadiri pula kepala Perbukuan Kaltim, dengan harapan kedepannya bisa mendapat support buku untuk menambah koleksi. Terkait kondisi, peluan dan tantangan literasi di Kaltim khususnya kota Samarinda, Erham menyampaikan berdasarkan kajian yang dilaksanakan Perpusnas RI terhadap Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tahun 2022, nilai yang diperoleh Kaltim adalah 69,22. Samarinda di urutan teratas, yaitu 85,83, Kota Balikpapan 80,23, Kabupaten Paser 79,35. Nilai nasional 64,48. Kaltim di urutan 16 dari 34 provinsi.
“Berdasarkan kajian Tingkat Kegemaran Membaca tahun 2022, bahwa nilai yang diperoleh Kaltim adalah 66,84. Samarinda di urutan teratas, yaitu 69,46, Kota Balikpapan 67,41, Kabupaten PPU 63,65. Nilai nasional 63,90. Kaltim di urutan 8 dari 34 provinsi. Peluang untuk tumbuhnya literasi sangat besar, terkait mengingat IKN berada Kalimantan Timur, yang membuat lembaga pemerintah, pusat pendidikan dan sektor swasta akan berkembang pesat.
Sementara Samarinda sebagai ibu kota Kaltim dan merupakan kota penyangga IKN, akan menerima dampak langsung pula dalam perkembangan sarana dan prasarana literasi,” terang Erham. Tantangannya lanjut mantan Kabag Humas dan Protokol Samarinda ini adalah semakin berkembangan teknologi informasi yang tidak selalu mendukung pertumbuhan budaya baca, di mana ada kecenderungan masyarakat yang lebih menyukai membaca media sosial yang tidak bersifat edukasi dibanding buku. baik fisik maupun digital.(sb-02/adv-dpk kaltim)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *