Provinsi Kaltim

Buka Sosper RTRWP Kaltim 2023-2042, Gubernur Isran Ajak Wujudkan Keseimbangan Perkembangan Pembangunan Kabupaten/Kota

158
×

Buka Sosper RTRWP Kaltim 2023-2042, Gubernur Isran Ajak Wujudkan Keseimbangan Perkembangan Pembangunan Kabupaten/Kota

Share this article
Gubernur Isran Noor berfoto bersama usai membuka Sosper Provinsi Kaltim Nomor 1 Tahun 2023 tentang RTRWP Kaltim 2023-2042, di Swiss Bell Hotel Balikpapan, pada Jumat (14/7/2023).

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Gubernur Kaltim Isran Noor membuka Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kaltim Nomor 1 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kaltim 2023-2042, di Swiss Bell Hotel Balikpapan, pada Jumat ( 14/7/2023). Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, Perda Nomor 1 Tahun 2023 tentang RTRW Provinsi Kaltim 2023-2042 telah ditetapkan 28 April 2023 lalu.

“Penataan ruang bertujuan untuk mewujudkan keterpaduan, keterkaitan, dan keseimbangan perkembangan antarwilayah Kabupaten/Kota, serta keserasian antar sektor agar tercapai kesejahteraan masyarakat,” kata Gubernur dalam sambutanya.
Selain itu, menurutnya, penetapan perda ini seiring perubahan kebijakan nasional dan daerah serta dinamika pembangunan nasional yang mempengaruhi Penataan Ruang Wilayah Provinsi, termasuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU).
“RTRW adalah instrumen penting dalam lahan, upaya mengatur penggunaan pengembangan infrastruktur, pelestarian lingkungan, serta mengarahkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan terencana secara matang,” katanya.
Gubernur menjelaskan, pembuatan RTRW ini merupakan kolaborasi antara berbagai pihak, serta mempertimbangkan berbagai aspek seperti pertumbuhan populasi, perkembangan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kebutuhan masyarakat.
“Dalam RTRW ini, kita telah menetapkan arah pembangunan yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan dan inklusif, pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana, pelestarian lingkungan hidup, serta pemberdayaan masyarakat,” terangnya.
Selain itu, katanya, RTRW ini juga mengakomodasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pengembangan infrastruktur yang berdaya guna dan ramah lingkungan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Termasuk di dalamnya kebijakan tentang IKN.
“Terhadap keberadaan IKN di Kaltim, kita juga berkewajiban menyukseskan pembangunannya sehingga terlaksana dengan baik, tanpa terhambat dengan permasalahan-permasalahan RTRW. Sebab perlu diingat bahwa implementasi RTRW ini bukanlah tugas yang mudah. Kita semua memiliki peran penting dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan yang terkandung dalam RTRW ini,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta harus bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. “Selaras dengan semangat ini, saya mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam mendorong implementasi RTRW ini, dengan memberikan kontribusi dan partisipasi yang nyata,” pinta Gubernur Isran.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Provinsi Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda mengatakan, terkait RTRW pihaknya harus menyesuaikan dengan kondisi di lapangan saat ini.
“Apalagi dengan adanya IKN kita juga menyesuaikan itu, dan memang sudah saatnya RTRW kita dilakukan revisi untuk mengatur pola ruang maupun struktur ruang yang bisa mengakomodasi segala kepentingan,” harapnya.
Dalam tata ruang ini, kata Dia, yang terpenting adalah harus serasi antar sektor untuk membawa kesejahteraan masyarakat sesuai dengan daya dukung dan daya tampung.
“Itulah yang kita harapkan dari apa yang kita susun sekarang ini.Kalau secara rinci struktur ruangannya seperti apa, polanya seperti apa saya rasa tidak cukup kalau bicara seperti ini karena harus buka peta terlebih dahulu, yang jelas ini semua kita rapikan demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *