Kota Balikpapan

Wali Kota Ikut Rukyatulhilal di Masjid Madinatul Iman BIC

95
×

Wali Kota Ikut Rukyatulhilal di Masjid Madinatul Iman BIC

Share this article
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat mengikuti Rukyatulhilal di Masjid Madinatul Iman, Balikpapan Islamic Center pada Minggu (10/3/2024).

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan bersama Pemerintah Kota Balikpapan, dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan melaksanakan Rukyatulhilal di Masjid Madinatul Iman, Balikpapan Islamic Center (BIC) pada Minggu (10/3/2024). Kegiatan ini dilakukan untuk menentukan awal bulan Ramadan 1445 H. Pada pukul 18.26 WITA, titik hilal terlihat pada posisi 0,33 derajat, namun observasi hanya berlangsung selama dua menit karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.

“Meskipun demikian, hasil pengamatan menunjukkan bahwa hilal berada di bawah 1 derajat, hasil yang hampir sama dengan pengamatan di seluruh Indonesia pada hari yang sama,” kata Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid, disela-sela pemantuan Rukyatulhilal di Menara Masjid Madinatul Iman, Balikpapan Islamic Center (BIC) pada Minggu (10/3/2024).
Penetapan awal Ramadan dapat dilakukan melalui dua kategori, yaitu Hisab (perhitungan matematika) berdasarkan perhitungan bulan baru, dan Rukyatulhilal (pengamatan langsung). Pada pukul 17.00 WITA, terjadi konjungsi antara bulan lama ke bulan baru, yang menjadi acuan bagi Muhammadiyah untuk memulai ibadah Salat Tarawih. Rasmid juga menyampaikan bahwa BMKG akan kembali melakukan Rukyatulhilal keesokan harinya di lokasi yang sama.
Wali Kota Balikpapan, H Rahmad Masud, SE, ME, menyatakan bahwa hasil Rukyatulhilal menunjukkan bahwa belum memasuki 1 Ramadan karena hilal masih tertutup.
Kepala Kemenag Kota Balikpapan, Ustaz Izzat Solihin, menjelaskan bahwa meskipun pihaknya juga telah melakukan Rukyatulhilal, mereka masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat. Ia juga mengingatkan agar masyarakat saling menghargai keputusan, baik yang sudah memulai puasa besok atau lusa. Aktivitas pemantauan atau penglihatan atau pengamatan hilal disebut rukyat hilal. Seperti dilansir situs Kemenag RI, biasanya rukyat hilal atau pengamatan hilal dilakukan pada hari ke-29 dari bulan Islam untuk menentukan apakah hari berikutnya sudah terjadi pergantian bulan atau belum. Rukyatulhilal adalah penentuan awal bulan ada beberapa persiapan yang dilakukan oleh tim hisab rukyat. Rukyat hilal biasa dimulai dari jam 5 sore dengan mempersiapkan peralatan pemantau hilal serta mengundang jajaran ormas terkait hingga tim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Adapun hasil dari rukyat hilal atau pengamatan hilal adalah berupa ijtimak. Hasil rukyah hilal yang dilakukan tersebut dilaporkan kepada Menteri Agama RI sebagai salah satu bahan data untuk hasil rukyatul hilal secara nasional. Mengutip BMKG, secara astronomis ijtimak adalah batas antara bulan yang sedang berlangsung dengan bulan berikutnya dalam kalender hijriah. Oleh karena itu, dalam astronomi ijtimak disebut sebagai awal perhitungan bulan baru.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *