DISPORA KALTIM

Dispora Kaltim Perkenalkan IPO sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Olahraga

40
×

Dispora Kaltim Perkenalkan IPO sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Olahraga

Share this article
Seksi Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga Dispora Kaltim Suriani


SAMARINDA,suarabalikpapan.com–Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menghadirkan terobosan baru untuk meningkatkan partisipasi olahraga di kalangan masyarakat.
Melalui program Indeks Pembangunan Olahraga (IPO), Dispora Kaltim berupaya mengukur dan mengembangkan olahraga di wilayah Kaltim, baik melalui kerja sama dengan pemerintah pusat maupun secara mandiri.
Seksi Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga Dispora Kaltim, Suriani, menjelaskan bahwa IPO mencakup beberapa aspek penting dalam pembangunan olahraga.
“IPO mencakup seluruh data 9 dimensi antara lain, sumber daya manusia olahraga, ruang terbuka, literasi fisik, kebugaran, perkembangan personal, kesehatan, ekonomi, performa dan partisipasi,” terang Suriani.
Program IPO tersebut telah dimulai dengan pengambilan sampel dari beberapa kabupaten/kota di Kaltim sebagai langkah awal.
“Kita baru memulai, jadi kita ambil lima kabupaten/kota yang menjadi sampling, ada Balikpapan, PPU, Kutim, Kutai Barat, dan mungkin untuk tahun depan akan kita ambil 10 kabupaten/kota di Kaltim. Tujuannya untuk mengetahui indeks pembangunan olahraga di Kaltim tadi,” jelas Suriani lebih lanjut.
Selain fokus pada IPO, Dispora Kaltim juga rutin mengadakan kompetisi olahraga setiap tahunnya sebagai cara untuk terus menggalakkan budaya olahraga di kalangan masyarakat.
“Kita rutin laksanakan kompetisi olahraga, setiap tahun berbeda-beda cabornya. Tahun lalu panjat tebing sama sepatu roda, tahun ini pencak silat sama karate, dan tahun depan insya Allah adalah judo,” ungkapnya.
Suriani menyatakan bahwa respons masyarakat terhadap kompetisi olahraga yang diselenggarakan sangat positif, terbukti dengan tingginya minat agar cabang olahraga (cabor) yang dilombakan setiap tahun dapat berganti-ganti.
“Animo masyarakat sangat tinggi, hal tersebut dibuktikan dengan keinginan masyarakat sendiri agar tiap tahunnya bergantian cabor-cabor yang dilaksanakan,” katanya.
Ia juga menyoroti peningkatan partisipasi pelajar dalam ajang olahraga, khususnya dalam cabor karate yang diikuti lebih dari 1.000 peserta.
Namun, kendala sempat muncul pada cabor pencak silat karena adanya keterlambatan pemberitahuan ke kabupaten/kota.
“Untuk pencak silat kemarin itu pemberitahuan kekabupaten/kota sedikit terlambat jadi mungkin banyak dari kabupaten/kota yang belum bisa ikut serta. Jadi kita sudah upayakan pembudayaan olahraga paling tidak melalui kompetisi-kompetisi itu dan melalui IPO,” tambahnya.
Di penghujung pernyataannya, Suriani berharap upaya ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berolahraga serta menurunkan risiko penyakit.
“Kita ingin masyarakat bisa membudayakan olahraga. Tidak hanya itu, kita terus menarik minat masyarakat untuk berolahraga, karena hasil survei minat olahraga kita sedikit sekali, jauh dari 50 persen,” tutupnya.(adv/sb-02/disporakaltim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *