KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Ratusan Pelajar Ikuti Seleksi Transparansi BPIP untuk Paskibra di Kukar

50
×

Ratusan Pelajar Ikuti Seleksi Transparansi BPIP untuk Paskibra di Kukar

Share this article
Kepala Kesbangpol Kukar Rinda Desianti

TENGGARONG, suarabalikpapan.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) tengah menyelenggarakan seleksi Program Aplikasi Transparansi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bagi calon anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) 2025.
Program nasional ini tidak hanya bertujuan mencari calon Paskibra terbaik, tetapi juga untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dan kemampuan intelektual generasi muda.
Seleksi berlangsung secara bertahap dengan sistem eliminasi. Tahap pertama berupa seleksi administrasi telah dilaksanakan pada 10–23 Februari 2025. Selanjutnya, peserta mengikuti Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensia Umum (TIU) secara serentak pada 19–20 Maret 2025.
Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti, menyebutkan bahwa ratusan peserta yang lolos administrasi berasal dari empat kecamatan, yaitu Tenggarong, Loa Kulu, Loa Janan, dan Sebulu.
“Kalau mereka tidak lolos, otomatis tidak bisa lanjut ke tes selanjutnya. Ini memang cukup menantang, tapi kami apresiasi semangat adik-adik kita yang tetap berjuang,” ujar Rinda, Selasa (15/4/2025).
Atasi Kendala Teknis dengan Lokasi Tes Alternatif
Pelaksanaan tes sempat mengalami gangguan akibat server pusat BPIP yang bermasalah. Menyikapi hal ini, Kesbangpol Kukar bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyediakan lokasi tes alternatif di Tenggarong Seberang.
Rinda menjelaskan, fasilitas di Diskominfo cukup memadai dan memungkinkan pelaksanaan tes tetap berjalan meski harus dibagi dalam kelompok kecil berisi sepuluh peserta per sesi.
“Kami pilih lokasi di Diskominfo karena punya fasilitas besar dan ruang cukup. Awalnya ingin tes serentak, tapi karena server pusat sempat down, kami bagi jadi per sepuluh orang,” jelasnya.
Kesbangpol Kukar juga menjalin koordinasi lintas sektor guna menjamin kelancaran kegiatan, termasuk dengan PLN untuk memastikan tidak ada pemadaman listrik selama proses seleksi berlangsung.
Seleksi tidak berhenti di tahap TWK dan TIU saja. Peserta yang lolos akan lanjut ke tahap berikutnya, seperti tes kesehatan, tes fisik, parade, dan baris-berbaris.
“Tahun lalu hanya 41 peserta yang berhasil lolos hingga tahap akhir. Tahun ini kemungkinan jumlahnya tidak jauh berbeda karena standar seleksi sangat ketat,” ungkap Rinda.
Meskipun menghadapi sejumlah kendala teknis, antusiasme peserta serta dukungan penuh dari Pemkab Kukar menjadi modal utama dalam menyukseskan program seleksi transparansi BPIP ini.
“Apapun hasilnya, kami bangga atas partisipasi mereka. Ini bukan hanya soal lolos atau tidak, tapi tentang belajar, berproses, dan mencintai bangsa,” pungkas Rinda.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *