KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Desa Muara Siran Dorong Penguatan Perikanan Ramah Lingkungan dan Tindak Tegas Praktik Ilegal

38
×

Desa Muara Siran Dorong Penguatan Perikanan Ramah Lingkungan dan Tindak Tegas Praktik Ilegal

Share this article
Pemerintah Desa Muara Siran, Kukar, fokus mengembangkan sektor perikanan tangkap dan budidaya secara berkelanjutan sambil mencegah praktik ilegal seperti penyetruman dan peracunan ikan.

TENGGARONG, suarabalikpapan.com – Pemerintah Desa Muara Siran, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, terus menggenjot potensi sektor perikanan sebagai sumber utama ekonomi masyarakat. Inisiatif ini tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan hasil tangkapan ikan, tetapi juga memperketat pengawasan terhadap praktik penangkapan ikan yang merusak ekosistem, seperti penyetruman dan peracunan.
Kepala Desa Muara Siran, Ishan Mashor, mengungkapkan bahwa mayoritas warganya merupakan nelayan tangkap yang menggantungkan hidup dari hasil perairan sungai. Namun, praktik penangkapan ilegal sempat marak dalam beberapa tahun terakhir dan menyebabkan kerusakan lingkungan perairan.
“Saat ini Dinas Perikanan sedang merencanakan pembangunan pos pantau untuk mencegah praktik ilegal seperti menyetrum dan meracuni ikan. Kami juga memiliki Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) yang aktif memantau aktivitas perikanan,” ujar Ishan, Kamis (8/5/2025).
Langkah tersebut menjadi bagian dari program pengawasan sekaligus edukasi kepada para nelayan. Pemerintah desa dan Dinas Perikanan juga telah menggulirkan program penukaran alat tangkap ilegal dengan alat tangkap ramah lingkungan. Selain itu, bantuan berupa kawat tambahan, perahu, dan mesin tempel (ces) turut disalurkan kepada para nelayan.
Menurut Ishan, hasil pendekatan dan pendampingan yang dilakukan secara bertahap mulai menunjukkan dampak positif.
“Dulu banyak yang menyetrum, tapi sekarang sudah jauh berkurang. Kesadaran nelayan meningkat, ditunjang oleh bantuan alat tangkap yang lebih baik,” jelasnya.
Hasil tangkapan nelayan saat ini masih didistribusikan secara lokal melalui pengepul atau tengkulak di wilayah Muara Siran. Namun, Ishan berharap agar akses jalan antar desa dapat segera diperbaiki untuk memperluas jangkauan pasar nelayan.
“Kalau akses jalan antar desa diperbaiki, nelayan bisa menjual hasilnya ke Kota Bangun, Liang, atau daerah sekitar lainnya. Ini akan menaikkan nilai ekonomi perikanan desa kami,” tambahnya.
Selain sektor perikanan tangkap, Pemdes Muara Siran juga aktif mendorong perikanan budidaya. Sejauh ini, telah terbentuk 9 hingga 10 kelompok perikanan yang menjadi wadah formal agar bantuan dari pemerintah daerah bisa lebih mudah disalurkan.
Namun, Ishan menegaskan bahwa budidaya ikan melalui keramba di sungai tidak diizinkan karena berpotensi mengganggu aktivitas tongkang batu bara. Sebagai gantinya, warga diarahkan ke kolam terpal dan tambak dari bekas galian.
“Kami arahkan budidaya ke media yang lebih aman seperti kolam terpal atau tambak. Ini lebih ramah lingkungan dan tidak berbenturan dengan aktivitas transportasi sungai,” terangnya.
Ishan Mashor berharap Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, khususnya Dinas Perikanan, lebih aktif merespons dan menindaklanjuti usulan dari desa. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan kabupaten dalam membangun sektor perikanan yang berkelanjutan.
“Selama usulan dari kami masih dalam koridor aturan dan masuk akal, kami siap dukung penuh. Kolaborasi yang erat menjadi kunci agar masyarakat bisa benar-benar merasakan manfaat dari potensi besar perikanan ini,” pungkasnya.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *