Kota Balikpapan

DLH Ajak Belajar Sambil Wisata di Kebun Raya Balikpapan, Lengkap dengan Fasilitas Edukasi dan Alam

62
×

DLH Ajak Belajar Sambil Wisata di Kebun Raya Balikpapan, Lengkap dengan Fasilitas Edukasi dan Alam

Share this article
Kebun Raya Balikpapan bukan hanya tempat wisata alam, tetapi juga pusat edukasi dan konservasi tanaman khas Kalimantan.

BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com – Kebun Raya Balikpapan (KRB), yang terletak di Jalan Soekarno Hatta Kilometer 15, Karang Joang, Balikpapan Utara, kini menjadi salah satu destinasi favorit untuk kegiatan wisata edukasi, konservasi, hingga rekreasi keluarga.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) KRB, Lukman Riyadi, menjelaskan bahwa sebagian besar pengunjung datang dalam rangka kegiatan edukasi, terutama dari sekolah-sekolah. Program edukasi ini umumnya berkaitan dengan pengenalan dan pelestarian tanaman, baik khas Balikpapan maupun Kalimantan secara umum.
“Kebanyakan memang dari sekolah-sekolah yang ikut program edukasi tanaman,” kata Lukman, Senin (12/5/2025).
Fasilitas Lengkap di Tengah Hutan Kota
KRB tidak hanya memiliki koleksi berbagai jenis tanaman, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti taman anggrek, area flying fox, serta jogging track. Dalam waktu dekat, pihak pengelola juga berencana menambah taman tematik untuk memperkaya pengalaman pengunjung.
Pengunjung bisa menikmati keasrian hutan lindung yang masih terjaga. Kegiatan akhir pekan seperti family gathering, pelatihan, hingga camping pun kerap dilakukan di kawasan ini.
“Kunjungan terbanyak pada Sabtu dan Minggu. Biasanya bisa mencapai 400 hingga 500 orang per hari. Sementara hari biasa sekitar 100 hingga 200 orang,” jelasnya.
Untuk menambah pengalaman unik, KRB juga menyediakan fasilitas guest house dan area berkemah. Tarif camping hanya Rp26.000 per orang, sementara menyewa guest house dikenakan biaya Rp350.000 per malam.
“Biasanya keluarga yang ingin merasakan suasana malam di hutan memilih menginap. Pengunjung dari luar kota juga sering menginap, terutama di akhir pekan,” ungkap Lukman.
Sejak 1 Mei 2024, KRB memberlakukan retribusi kunjungan. Tiket masuk dikenakan biaya Rp15.000 untuk pengunjung individu. Sementara untuk kunjungan kelompok atau kunjungan terjadwal (minimal 50 orang), hanya dikenakan biaya Rp10.000 per orang, dengan syarat menyertakan surat resmi.
“Kami sarankan datang secara rombongan, biayanya lebih murah dan bisa mengajukan surat kunjungan,” tambahnya.
Pendapatan dari retribusi selama Januari hingga April 2025 telah mencapai Rp180 juta. Target tahun ini ditetapkan sebesar Rp300 juta, namun Lukman optimistis angka tersebut bisa naik hingga Rp400–500 juta di akhir tahun, terutama jika promosi dari media dan berbagai kegiatan digencarkan.
Sebagai perbandingan, tahun 2024 lalu, pendapatan dari retribusi sejak Mei hingga Desember ditargetkan Rp200 juta, namun terealisasi sebesar Rp340 juta.
Kebun Raya merupakan kawasan konservasi tumbuhan secara ex situ (di luar habitat asli) dengan koleksi tanaman yang ditata berdasarkan klasifikasi taksonomi, bioregion, atau tema tertentu. Selain sebagai pusat konservasi, kebun raya juga berfungsi untuk penelitian ilmiah, pendidikan, dan rekreasi masyarakat.
Dengan semua fasilitas dan manfaat yang ditawarkan, Kebun Raya Balikpapan menjadi destinasi ideal untuk belajar, bermain, dan menikmati keindahan alam di satu tempat.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *