KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Teknologi Drone Tingkatkan Produksi Padi Hingga 74% di Bukit Biru Tenggarong

530
×

Teknologi Drone Tingkatkan Produksi Padi Hingga 74% di Bukit Biru Tenggarong

Share this article
Penerapan teknologi drone sprayer pada demplot padi LEISA di Kelurahan Bukit Biru, Tenggarong, berhasil meningkatkan hasil panen hingga 74%. Inovasi ini dorong swasembada pangan di Kaltim

TENGGARONG, suarabalikpapan.com — Inovasi teknologi dalam sektor pertanian mulai menunjukkan hasil nyata di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Melalui program Demonstration Plot (Demplot) Padi LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture) dan pemanfaatan drone sprayer pertanian, produktivitas sawah petani mengalami peningkatan signifikan.
Sebelumnya, rata-rata hasil panen hanya mencapai 3,6 ton per hektare. Namun, setelah penerapan teknologi drone dalam penyemprotan pupuk dan pestisida, hasil panen melonjak menjadi 6,27 ton per hektare, atau naik sekitar 74 persen.
Program demplot ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia (BI). Tujuannya bukan hanya memberikan teori kepada petani, tetapi juga memperlihatkan secara langsung cara kerja teknologi drone sprayer, yang terbukti lebih efisien, merata, dan hemat tenaga dibandingkan metode manual.
Panen perdana demplot turut disaksikan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, serta perwakilan dari BI dan Korem 091/ASN. Kehadiran para pejabat tersebut memberikan dorongan moril bagi para petani yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor pertanian, khususnya tanaman padi.
Plt Lurah Bukit Biru, Sudiyarso, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan program ini. Menurutnya, hasil panen yang meningkat signifikan membawa harapan baru bagi ketahanan pangan di daerah.
“Ini sumber kebahagiaan petani. Jika diterapkan di seluruh wilayah Kalimantan Timur, swasembada pangan bukan lagi mimpi,” ujar Sudiyarso, Sabtu (13/9/2025).
Sebagai wilayah transmigrasi sejak puluhan tahun silam, mayoritas warga Bukit Biru memang mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama. Kini, dengan hadirnya teknologi drone pertanian, mereka semakin optimistis dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi.
Sudiyarso juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara petani dan pemerintah ke depannya. Menurutnya, semangat gotong royong dan dukungan teknologi akan menjadi kunci kemajuan sektor pertanian di Bukit Biru.
“Kami berharap sinergi antarpetani dan pemerintah semakin kuat. Semangat kolaborasi inilah yang akan menjadi kunci untuk meningkatkan mutu pertanian di Bukit Biru,” pungkasnya.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *