DPRD Balikpapan

DPRD Dorong Pengembangan Pariwisata Balikpapan Barat: Optimalisasi Potensi Lokal dan Ekonomi Kreatif

52
×

DPRD Dorong Pengembangan Pariwisata Balikpapan Barat: Optimalisasi Potensi Lokal dan Ekonomi Kreatif

Share this article
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Balikpapan Taufik Qul Rahman

BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com – Sekretaris Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman, menegaskan pentingnya pengembangan sektor pariwisata di Balikpapan Barat sebagai salah satu langkah strategis untuk menggerakkan ekonomi daerah. Ia menilai, kawasan ini menyimpan potensi besar yang belum digarap secara optimal, mulai dari wisata alam, budaya, hingga ekonomi kreatif.
“Kota tua di Balikpapan Barat sebenarnya kaya akan aset wisata yang bisa menjadi penggerak ekonomi daerah. Namun, semua itu tidak bisa berjalan tanpa sentuhan nyata dari Pemerintah Kota,” ujar Taufik, Selasa (14/10/2025).
Menurut Taufik, wilayah Balikpapan Barat memiliki beragam destinasi wisata menarik, seperti wisata air di Baru Tengah, sentra produk pedagang kaki lima (PKL) di Margasari, hingga ekowisata mangrove di Margomulyo. Selain itu, Kampung Baru Ujung juga menyimpan jejak sejarah masa pendudukan Jepang dan Belanda, seperti Gunung Meriam dan kuburan tua, yang berpotensi dikembangkan sebagai wisata sejarah dan budaya.
“Di Baru Ilir, masih banyak rumah-rumah tempo dulu dan asrama peninggalan Belanda. Semua itu bisa dikemas dalam paket wisata sejarah dan budaya yang menarik,” jelasnya.
Politisi yang juga dikenal aktif dalam pemberdayaan masyarakat ini menambahkan, dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar potensi wisata di Balikpapan Barat dapat berkembang secara maksimal. Ia juga menyinggung bahwa banyak pejabat daerah yang lahir dan besar di wilayah tersebut, sehingga diharapkan perhatian terhadap pembangunan Balikpapan Barat bisa lebih serius.
“Pejabatnya banyak yang lahir dan besar di sini, jadi semestinya pembangunan juga lebih diperhatikan. Ini bukan perjuangan saya sendiri, tapi perlu sinergi antara legislatif dan eksekutif,” tegas Taufik.
Selain pengembangan destinasi wisata, Taufik juga menekankan pentingnya pemberdayaan pelaku UMKM dan PKL sebagai kunci utama untuk memastikan sektor pariwisata dan budaya dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Pemerintah harus hadir melalui regulasi yang mendukung, seperti Perda dan Perwali, agar kegiatan seni, budaya, dan wisata bisa berjalan serta menggerakkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *