DPRD Balikpapan

Yusri Imbau Warga Balikpapan Waspada Longsor dan Pohon Tumbang saat Cuaca Ekstrem

82
×

Yusri Imbau Warga Balikpapan Waspada Longsor dan Pohon Tumbang saat Cuaca Ekstrem

Share this article
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan H. Yusri

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Balikpapan dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian serius dari DPRD setempat. Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, H. Yusri, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Yang pertama tentu kami mengharapkan seluruh warga Kota Balikpapan untuk selalu waspada dan siaga menghadapi kondisi cuaca yang berubah-ubah,” ujar Yusri, Senin (23/2/2026).
Menurut Yusri, perubahan cuaca yang terjadi secara cepat berpotensi menimbulkan berbagai risiko, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana.
Ia secara khusus menyoroti warga yang bermukim di wilayah perbukitan dan lereng agar lebih berhati-hati terhadap potensi longsor maupun pohon tumbang akibat terpaan angin kencang.
“Terutama warga yang berada di daerah pergunungan atau lereng, agar lebih berhati-hati jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Risiko seperti longsor dan pohon tumbang itu harus benar-benar diantisipasi,” tegasnya.
Yusri juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan tanda-tanda alam yang berpotensi memicu bencana. Beberapa indikator yang perlu diwaspadai antara lain munculnya retakan tanah, genangan air yang tidak biasa, hingga angin kencang yang dapat merobohkan pepohonan.
Ia meminta warga segera melapor kepada aparat setempat jika menemukan kondisi yang membahayakan.
“Kita tidak ingin ada korban akibat kelalaian. Kalau ada tanda-tanda yang mencurigakan, segera koordinasi dengan RT, kelurahan, atau instansi terkait,” katanya.
Meski cuaca ekstrem masih berlangsung, Yusri berharap situasi tersebut tidak terjadi dalam waktu lama dan seluruh warga Balikpapan tetap dalam kondisi aman.
Ia memastikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait pada dasarnya telah memiliki kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat. OPD yang menangani kebencanaan disebut telah dibekali pelatihan serta standar operasional prosedur (SOP).
“Secara kesiapan, OPD kita sudah memiliki standar operasional dan pelatihan kebencanaan. Tinggal bagaimana respons cepat di lapangan terus ditingkatkan,” jelasnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa upaya penanganan tidak boleh hanya berfokus pada saat kejadian. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat harus terus digencarkan agar informasi kewaspadaan tersampaikan secara luas.
“Kami minta dinas terkait, bersama kecamatan dan kelurahan, terus menyampaikan imbauan secara masif. Jangan sampai informasi kewaspadaan tidak sampai ke warga,” pungkas Yusri.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *