BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – DPRD Kota Balikpapan menegaskan komitmennya dalam mengawal sembilan prioritas pembangunan yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Balikpapan. Dukungan tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, sebagai bentuk keseriusan legislatif memastikan program berjalan terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Menurut Adi, sembilan prioritas pembangunan tersebut bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan peta jalan strategis yang harus direalisasikan secara terukur dan berkelanjutan.
“Pemerintah Kota Balikpapan telah menetapkan sembilan prioritas pembangunan yang harus ditangani secara serius dan terukur. Ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pekerjaan rumah besar yang harus dituntaskan bersama,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Adi menjelaskan, arah kebijakan yang telah disampaikan Wali Kota Balikpapan menjadi fondasi penting dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menghadapi tantangan urbanisasi yang semakin kompleks.
Sebagai kota yang terus berkembang, Balikpapan dinilai membutuhkan kebijakan yang responsif, terencana, dan berbasis kebutuhan riil warga. Karena itu, pelaksanaan program tidak boleh dilakukan secara biasa-biasa saja.
“Ini adalah peta jalan strategis. Harus ada langkah konkret, terukur, dan berkesinambungan agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
DPRD menilai keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat disebut menjadi faktor penentu percepatan realisasi program.
Adi menekankan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan optimal jika dilakukan secara terpisah.
“Tidak ada pembangunan yang berhasil jika berjalan sendiri-sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama untuk mempercepat pencapaian target,” katanya.
Sebagai Ketua Komisi II, Adi memastikan pihaknya akan menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi secara maksimal. DPRD, kata dia, memiliki peran strategis dalam memastikan setiap alokasi anggaran benar-benar mendukung prioritas pembangunan dan tepat sasaran.
“Kami akan memastikan anggaran yang dialokasikan benar-benar mendukung prioritas pembangunan,” ujarnya.
Dari sejumlah persoalan yang dihadapi kota, banjir masih menjadi keluhan utama warga Balikpapan. DPRD menilai penanganannya tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir.
Penanganan tersebut mencakup perencanaan tata kota, pembangunan dan normalisasi drainase, hingga peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Masalah banjir tidak bisa ditangani secara parsial. Harus ada solusi komprehensif mulai dari perencanaan tata kota hingga kesadaran masyarakat,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Adi menegaskan DPRD siap memperkuat dukungan melalui regulasi dan penganggaran yang tepat guna mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang aman, nyaman, dan memiliki kualitas hidup yang semakin baik bagi warganya.(sb-02)
DPRD Balikpapan Tegaskan Dukungan 9 Prioritas Pembangunan, Banjir Jadi Fokus Utama












