DPRD Balikpapan

Kader Posyandu Jadi Garda Terdepan Penanganan Stunting

284
×

Kader Posyandu Jadi Garda Terdepan Penanganan Stunting

Share this article
Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Ryan Indra Saputra

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com — Upaya menekan angka stunting di Kota Balikpapan dinilai tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan nyata terhadap kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Hal ini ditegaskan Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Ryan Indra Saputra, yang meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan dan peningkatan kapasitas kader di lapangan.
Menurut Ryan, kader posyandu memiliki peran strategis dalam mendampingi ibu hamil, balita, serta keluarga berisiko stunting. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat, memahami kondisi riil lingkungan, dan menjadi penghubung antara program pemerintah dengan warga.
“Kerja kader di lapangan sudah sangat besar, tetapi apresiasi yang diterima masih belum sebanding. Kami mendorong adanya anggaran khusus untuk insentif atau bentuk penghargaan lain,” ungkapnya, pada Kamis (26/2/2026).
Tak hanya soal insentif, Ryan menekankan pentingnya pelatihan rutin dan pendampingan teknis agar kader memiliki pemahaman mendalam tentang gizi anak, pola asuh, serta pencegahan stunting berbasis edukasi berkelanjutan.
“Kalau kader dibekali pengetahuan yang tepat, mereka bisa menjadi agen perubahan. Mereka yang paling tahu kondisi di lingkungan masing-masing,” jelasnya.
Ia menilai, investasi pada sumber daya manusia di tingkat akar rumput akan memberi dampak signifikan terhadap efektivitas program penanganan stunting.
Selain penguatan kader, Ryan juga menyoroti pentingnya akurasi data stunting. Ia mengungkapkan adanya perbedaan antara hasil survei dan kondisi faktual di lapangan.
“Kami melihat ada selisih antara data survei dan realitas. Ini perlu diklarifikasi agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran,” katanya.
Ryan mengingatkan, data yang tidak valid berisiko mengarahkan program pada langkah yang keliru. Karena itu, ia meminta pemerintah memastikan seluruh intervensi berbasis bukti dan kebutuhan nyata masyarakat.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen, mulai dari DPRD, pemerintah daerah, swasta, hingga masyarakat, untuk bersinergi menekan angka stunting di Balikpapan.
Sebagai contoh, ia menyebut keberhasilan Kabupaten Deli Serdang yang mampu menurunkan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor.
“Penanganan stunting tidak bisa berjalan sendiri. Jika semua bergerak bersama, saya yakin Balikpapan juga mampu mencapai hasil yang lebih nyata,” pungkasnya.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *