DPRD Balikpapan

DPRD Balikpapan Tekankan Penanganan Stunting Harus Kolaboratif, Libatkan Swasta dan Masyarakat

39
×

DPRD Balikpapan Tekankan Penanganan Stunting Harus Kolaboratif, Libatkan Swasta dan Masyarakat

Share this article
Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Nelly Turuallo

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – DPRD Kota Balikpapan melalui Komisi IV menegaskan bahwa penanganan stunting masih menjadi tantangan serius yang harus segera ditangani secara menyeluruh.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Nelly Turuallo, menyampaikan bahwa persoalan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, tetapi harus melibatkan berbagai pihak.
“Persoalan stunting merupakan isu krusial yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujar Nelly usai mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Balikpapan, Kamis (2/4/2026).
Menurut politisi dari Partai Golkar tersebut, kolaborasi lintas sektor sangat penting, termasuk keterlibatan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) guna mendukung pembiayaan program penanganan stunting.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran organisasi masyarakat serta relawan posyandu dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di lapangan.
Data terbaru menunjukkan adanya peningkatan angka stunting di Balikpapan, dari sebelumnya 21 persen menjadi 24 persen pada tahun 2025. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi DPRD dan pemerintah kota.
Meski demikian, Nelly tetap optimistis angka tersebut dapat ditekan melalui berbagai program strategis, salah satunya program Gempur Stunting yang difokuskan untuk mempercepat penurunan angka stunting hingga mencapai nol persen.
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis serta infeksi berulang, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Anak yang mengalami stunting memiliki tinggi badan di bawah standar usianya (kurang dari -2 standar deviasi). Dampaknya tidak hanya pada fisik, tetapi juga mencakup: Hambatan perkembangan kognitif, Penurunan kemampuan belajar, Risiko kesehatan jangka panjang, Produktivitas yang lebih rendah saat dewasa.
DPRD menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Dengan kolaborasi yang kuat serta implementasi program yang konsisten, diharapkan angka stunting di Balikpapan dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.(sb-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *