DPRD Balikpapan

Demo Sopir Truk dan PMII di Balikpapan Soroti Kelangkaan Solar, DPRD Desak Tambahan Pasokan

51
×

Demo Sopir Truk dan PMII di Balikpapan Soroti Kelangkaan Solar, DPRD Desak Tambahan Pasokan

Share this article
Ketua DPRD Kota Balikpapan Alwi Al Qadri

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Ratusan sopir truk bersama mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Balikpapan menggelar aksi unjuk rasa terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Aksi tersebut berlangsung di Gedung DPRD Kota Balikpapan pada Senin (4/5/2026).
Para demonstran menuntut pemerintah dan pihak terkait segera memastikan ketersediaan solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), khususnya di wilayah Balikpapan Utara yang dalam sepekan terakhir mengalami kekosongan pasokan.
Kelangkaan solar ini disebut telah berlangsung hampir satu minggu dan menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU. Bahkan, situasi di lapangan sempat memicu ketegangan antarwarga akibat terbatasnya distribusi BBM tersebut.
Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, mengatakan pihaknya telah menerima perwakilan massa aksi dan mencatat sedikitnya delapan tuntutan yang disampaikan, baik oleh mahasiswa maupun sopir truk.
Salah satu tuntutan utama adalah mendesak Pertamina untuk mengoperasikan SPBU selama 24 jam guna mengurangi antrean panjang. Selain itu, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) juga diminta untuk segera menambah pasokan solar ke wilayah Balikpapan.

Ratusan sopir truk dan mahasiswa PMII Balikpapan menggelar aksi demo menuntut ketersediaan BBM solar. DPRD mendorong Pertamina menambah pasokan dan membuka SPBU 24 jam

Alwi menyebut bahwa Pertamina Patra Niaga merespons positif usulan pembukaan SPBU selama 24 jam. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut diiringi dengan ketersediaan stok yang memadai.
“Jangan sampai SPBU dibuka 24 jam, tetapi solar tetap tidak tersedia. Hal ini justru berpotensi memicu situasi anarkis. Yang terpenting adalah memastikan pasokan tetap aman,” ujarnya.
Alwi juga menyoroti kondisi di sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur yang relatif aman dari kelangkaan solar, seperti Bontang, Sangatta, Tenggarong, Tanah Grogot, dan Penajam Paser Utara (PPU).
Ia mempertanyakan penyebab ketimpangan distribusi tersebut dan tidak menutup kemungkinan adanya indikasi penumpukan BBM oleh pihak tertentu.
Sebagai langkah lanjutan, DPRD Kota Balikpapan bersama perwakilan sopir truk dan mahasiswa berencana mendatangi Pertamina serta BPH Migas di Jakarta. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendorong penambahan pasokan solar dan mencari solusi konkret atas persoalan yang terjadi.
DPRD berharap langkah ini dapat segera mengatasi kelangkaan solar dan mengembalikan stabilitas distribusi BBM di Balikpapan.(sb-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *