Kabupaten Paser

Nestlé Tanam 60.000 Mangrove di Paser, Perkuat Rehabilitasi Pesisir dan Target Net Zero 2050

53
×

Nestlé Tanam 60.000 Mangrove di Paser, Perkuat Rehabilitasi Pesisir dan Target Net Zero 2050

Share this article
Nestlé Indonesia menanam 60.000 pohon mangrove di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, sebagai bagian dari rehabilitasi pesisir, pengurangan emisi, dan target Net Zero Emissions 2050.

TANA PASER,suarabalikpapan.com – PT Nestlé Indonesia memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menanam 60.000 pohon mangrove di lahan seluas 20 hektare di Desa Modang, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Program rehabilitasi mangrove tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Paser dan Yayasan Hutan Tropis (YHT). Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem pesisir sekaligus mendukung target nasional dalam menekan emisi gas rumah kaca.
Direktur Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia, Fajar Dewantara, mengatakan pelestarian lingkungan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan selama beroperasi di Indonesia.
“Selama lebih dari lima puluh tahun hadir di Indonesia, Nestlé Indonesia senantiasa berupaya menciptakan manfaat bersama bagi individu dan keluarga, masyarakat, serta bumi. Komitmen ini sejalan dengan target global Nestlé menuju Net Zero Emissions 2050 dan Forest Positive,” ujar Fajar.
Menurutnya, penanaman 60.000 mangrove di Kabupaten Paser menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan ketahanan lingkungan menghadapi dampak perubahan iklim.
Ia menambahkan, keberhasilan pelestarian lingkungan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, mitra, dan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi sekarang maupun mendatang.
Pemerintah Kabupaten Paser menyambut baik program tersebut. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Paser, Rudiansyah, menilai keterlibatan dunia usaha memiliki peran penting dalam mempercepat rehabilitasi kawasan pesisir.
“Kami mengapresiasi komitmen Nestlé Indonesia yang telah berkontribusi dalam rehabilitasi mangrove di wilayah kami. Ini merupakan langkah nyata yang mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Umum Yayasan Hutan Tropis, Dean Yulindra Affandi, menegaskan bahwa keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak berhenti pada proses penanaman. Menurutnya, pengelolaan jangka panjang dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama agar kawasan mangrove dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat ekologis.
“Keberhasilan rehabilitasi mangrove bergantung pada komitmen jangka panjang, pengelolaan berkelanjutan, serta keterlibatan aktif masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini menjadi contoh bagi semakin banyak pihak untuk berpartisipasi dalam restorasi lingkungan,” ujarnya.
Ketua Komunitas Peduli Mangrove Kabupaten Paser, Abdul Azis, juga menyampaikan harapannya agar mangrove yang ditanam mampu tumbuh dengan baik sehingga dapat melindungi kawasan pesisir sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Kami bangga dapat terlibat dalam kegiatan ini. Semoga mangrove yang ditanam hari ini tumbuh dengan baik, menjaga lingkungan pesisir, dan menjadi warisan bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Indonesia sendiri dikenal sebagai negara dengan kawasan mangrove terluas di dunia. Selain berfungsi melindungi garis pantai dari abrasi dan intrusi air laut, hutan mangrove juga memiliki kemampuan menyerap karbon dalam jumlah sangat besar sehingga menjadi salah satu solusi berbasis alam untuk menghadapi perubahan iklim.
Program penanaman di Kabupaten Paser melanjutkan rangkaian aksi lingkungan yang sebelumnya dilakukan Nestlé Indonesia melalui penanaman 30.000 pohon mangrove di Kabupaten Siak, Riau, serta 15.000 mangrove di kawasan Pantai Mangunharjo, Semarang.
Melalui semangat #NyataBawaMakna, Nestlé Indonesia terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah, organisasi lingkungan, dan masyarakat dalam mendukung pelestarian alam, memperkuat ketahanan ekosistem pesisir, serta menciptakan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan komunitas.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *