Uncategorized

Akmal Malik Fokus Tingkatkan PAD dari Kontribusi Delapan Perusahaan di Kaltim

61
×

Akmal Malik Fokus Tingkatkan PAD dari Kontribusi Delapan Perusahaan di Kaltim

Share this article
Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik

SAMARINDA,suarabalikpapan.com-Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik melihat keadaan ekonomi daerahnya berada dalam kondisi yang memuaskan, juga masih memiliki potensi peningkatan yang sangat signifikan.

Akmal mengungkapkan keyakinannya setelah mendengarkan paparan dari Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim, Ismiati, di Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri. Salah satu fokus utama dari Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari kontribusi delapan perusahaan daerah yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
“Dengan pertimbangan potensi sumber daya alam dan perkembangan Industri Kreatif dan Kewirausahaan (IKN) yang terus berlanjut, prospek pendapatan Kalimantan Timur (Kaltim) di masa depan tetap memiliki peluang besar untuk ditingkatkan,” jelasnya.
Mereka berencana mengadakan rapat koordinasi dengan perusahaan daerah tersebut. Mereka akan mengevaluasi sejauh mana perusahaan daerah tersebut menyumbang modal, memiliki aset, dan memberikan kontribusi terhadap PAD.
Akmal menekankan pentingnya profesionalisme dan peningkatan kinerja untuk meningkatkan PAD, karena potensi pendapatan daerah masih sangat besar. Ismiati menjelaskan bahwa pendapatan Kaltim terdiri dari PAD dan pendapatan dari dana transfer, serta pendapatan daerah lainnya yang sah. PAD mencakup pajak daerah, retribusi daerah, hasil dari pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan pendapatan daerah lainnya yang sah.
Sementara itu, pendapatan dana transfer meliputi dana bagi hasil, dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dan dana insentif daerah. Ismiati juga mencatat pertumbuhan pendapatan daerah dalam beberapa tahun terakhir, dengan pendapatan pada tahun 2022 mencapai Rp 16,8 triliun. Rata-rata komposisi PAD terhadap pendapatan daerah antara tahun 2019-2022 adalah sekitar 55,93 persen, yang menunjukkan kontribusi PAD lebih besar daripada dana transfer dari pemerintah pusat.
Delapan perusahaan daerah di Kaltim yang akan dievaluasi termasuk Bankaltimtara, PT Mandiri Migas Pratama (MMP), PT Bara Kaltim Sejahtera (BKS), PT Melati Bhakti Satya (MBS), PT Listrik Kaltim, PT Silva Kaltim Sejahtera (SKS), PT Agro Kaltim Utama, dan PT Jamkrida.(adv/sb-2/diskominfokaltim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *