
BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan memastikan fungsi pengawasan kebutuhan pokok dan energi tetap berjalan optimal meski menghadapi pemangkasan anggaran signifikan pada tahun 2026. Kondisi ini menjadi perhatian menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), saat kebutuhan masyarakat biasanya meningkat.
Kepala Disdag Balikpapan Haemusri Umar mengungkapkan bahwa instansinya hanya menerima 34 persen dari total kebutuhan operasional tahun 2026. Konsekuensinya, sejumlah agenda fisik seperti revitalisasi sarana perdagangan dan peningkatan fasilitas pasar harus ditunda.
“Beberapa kegiatan fisik terpaksa kita tunda. Dari total kebutuhan anggaran, tahun 2026 kami hanya dapat melaksanakan sekitar 34 persen,” ujar Haemusri saat kegiatan di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Senin (24/11/2025).
Meski anggaran terpangkas, Haemusri menegaskan bahwa program strategis yang berkaitan langsung dengan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap berjalan sesuai instruksi Wali Kota.
“Pengawasan tetap kami perketat, terutama pada komoditas sensitif. Stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjadi prioritas utama jelang akhir tahun,” tegasnya.
Untuk menjaga stabilitas pasar, langkah antisipatif terus diperkuat melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang terdiri dari Bank Indonesia, BPS, dan Perum Bulog.Salah satu komoditas yang mendapat perhatian adalah beras. Haemusri memastikan pasokan beras Balikpapan berada pada kondisi aman.
“Alhamdulillah, cadangan beras kita aman hingga Februari 2026. Saat ini tersedia sekitar 4.000 ton,” ungkapnya.
Cadangan ini berfungsi sebagai penyangga untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama libur akhir tahun.
Selain pangan, Disdag juga memperketat pengawasan distribusi LPG 3 kilogram, komoditas bersubsidi yang rawan mengalami gejolak apabila distribusinya tidak terkontrol.
“Elpiji 3 kilogram hanya diperuntukkan bagi keluarga miskin, nelayan, pengemudi angkutan umum, dan pelaku usaha mikro. Pengawasan ini kami lakukan bersama Pertamina,” jelas Haemusri.
Haemusri menambahkan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) untuk Balikpapan dan wilayah Kalimantan Timur dalam kondisi aman.
“Informasi terakhir yang kami terima, stok BBM cukup dan stabil,” ujarnya.
Dengan berbagai langkah pengawasan tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan berharap masyarakat dapat menyambut Natal dan Tahun Baru dengan tenang tanpa kekhawatiran gejolak harga atau kelangkaan kebutuhan pokok.(sb-02)
Anggaran Dipangkas 66%, Pengawasan Pangan dan Energi Tetap Jadi Prioritas












