by

Anugerah Kihajar Sebagai Bukti Peningkatan Kualitas Pendidikan di Kutim

SANGATTA,suarabalikpapan.com-Kualitas pendidikan di Kutai Timur tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, pada tahun 2019 lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan penghargaan lewat Anugerah Kihajar. Penghargaan diserahkan Sekjen Kemendikbud, Didik Suhardi kepada Bupati Kutim Ismunandar, di Rafflesia Ballroom, Balai Kartini, Jakarta.
“Inilah mungkin penilaian kawan-kawan dari jakarta. Saya nggak nyangka apa yang kita lakukan dapat penghargaan. Saya dari awal, jangan sampai anak-anak kami gagal paham dan ketinggalan literasi digital,” kata Ismunandar.


Kabupaten Kutim, menurut Ismunandar sudah mulai dengan industri 4.0. Di era digital ini, Ismunandar tidak ingin anak-anak sekolah tidak melek teknologi.
“Karena ini sudah era digital. Kita sudah mulai pelatihan guru-guru, kemudian membuat role model sekolah, anak-anak kita harus melek literasi digital. Ini penghargaan yang pertama di bidang pendidikan dan kami tidak pernah terpikir dapat penghargaan ini. Ke depan kita tingkatkan lagi apa yang kita lakukan,” ujarnya.
Untuk menunjang peningkatan kualitas pendidikan khususnya di bidang digital, Ismunandar berjanji akan terus meningkatkan kualitas para guru.
“Saat ini gurunya dulu. Paling tidak kita sudah membuat model dan ini yang di pedalaman, pesisir, kita latih, guru-gurunya. Nanti anak-anak kami di pedalaman, di pesisir yang jauh, tidak mesti harus gurunya yang datang,” katanya.


Tak cuma itu, agar para siswa melek teknologi, Ismunandar berjanji akan terus meningkatkan pemerataan akses internet.
“Kita sudah bolak balik juga kirim surat ke Kominfo karena masih ada 2 kecamatan kami yang blank spot. Inilah pemerataan yang saya sampaikan. Karena luasnya Kutai Timur sekitar 35.700 km persegi, lebih luas dari Provinsi Jabar.
Paling tidak kita sudah membuat model dan ini yang di pedalaman, pesisir, kita latih guru-gurunya. Nanti anak-anak kami di pedalaman, di pesisir yang jauh, tidak mesti harus gurunya yang datang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kutai Timur Roma Malau, sangat bersyukur terhadap penghargaan tersebut. Untuk itu, ia mengaku, para didik akan mendapatkan reward dan punishment sesuai dengan dedikasi yang mereka berikan. “Semua guru dapat insentif sesuai beban kerja. Yang lebih dikembangkan lagi semua dari hulu ke hilir, semua dari 18 kecamatan itu mendapatkan pemerataan pendidikan. Kuantitas, kualitas guru akan kita latih sesuai dengan porsi masing-masing,” pungkasnya.(Adv/sb-05)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita terkini